BANTUL – Aksi kekerasan jalanan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) kembali terjadi di Bantul.
Kasus terbaru menimpa seorang pelajar PSP berusia 18 tahun asal Pleret. Dengan kejadian ini, total sudah ada empat kasus serupa yang terjadi sepanjang 2025.
Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, kasus kekerasan jalanan dengan menggunakan sajam telah muncul di beberapa kapanewon berbeda sejak awal tahun.
“Tercatat, Februari ada satu kasus di Patalan Jetis dengan korban berusia 27 tahun, Juli satu kasus di Sorowajan Banguntapan dengan korban 15 tahun. Dan Oktober ini dua kasus di Srandakan serta Sedayu dengan korban berusia 26 dan 15 tahun,” ungkapnya.
Peristiwa terbaru di Pleret terjadi Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 04.30. Berdasarkan keterangan saksi, HRBS, tiga pengendara motor terlihat keluar dari arah Banyu Kencono, Karet, Pleret.
Saat korban mencoba menghentikan dan menanyakan maksud kedatangan mereka, tiba-tiba muncul rombongan lain dengan jumlah lebih banyak.
Rombongan tersebut mengendarai motor sambil membawa sajam dan langsung menyerang.
Korban mengalami luka sabetan di lengan kanan bagian atas. Ia kemudian dilarikan ke RSU Rajawali Citra sebelum melapor ke Polsek Pleret.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 12 celurit berbagai ukuran, sarung kain, pecahan botol diduga molotov, helm merah, kunci motor, dan satu KTP milik salah satu anggota rombongan.
“Langkah-langkah penyelidikan telah dilakukan, termasuk olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi,” terang Rita.
Pihaknya mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka, baik secara langsung maupun melalui aktivitas daring.
“Kami mengingatkan agar membatasi kegiatan di luar rumah pada malam hari supaya tidak menjadi pelaku atau korban kejahatan jalanan,” imbaunya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita