JOGJA - Peristiwa pengeroyokan terjadi di depan kantor klinik kecantikan di Jalan Bhayangkara, Gondomanan, Kota Jogja, Senin (17/6/2024) malam.
Korbannya inisial K, 36.
Korban merupakan ketua sebuah forum pemuda luar Jogja.
Akibat pengeroyokan itu, korban babak belur. Dia mengalami luka di bagian kepala dan kini sedang mendapatkan perawatan medis.
Kejadian bermula ketika seorang saksi inisial EM bersama satu rekannya ada di lokasi klinik kecantikan.
Kedatangan EM untuk menagih hutang kepada seseorang berinisial EDH, sebab EM mendapat kuasa dari klien pemilik klinik kecantikan.
EM mendapat mandat kuasa dari klien yang inisial RN atau pemilik klinik kecantikan.
Sekitar pukul 19.00 WIB, ada pertemuan di lantai 2 kantor klinik kecantikan itu.
Saat pertemuan berlangsung antara pihak EDH dan EM, pembicaraan berjalan dengan baik dan tidak ada permasalahan.
“Setelah selesai pertemuan sekitar jam 20.30 WIB, EDH dan temannya mendahului keluar ruangan. Tetapi tidak berapa lama terdengar ada teriakan minta tolong dari lantai 1," terang Kasi Humas Polresta Jogja AKP Sujarwo saat dihubungi, Rabu (19/6/2024).
Mendengar suara itu, EM dan rekannya bergegas turun ke lantai bawah.
Kemudian EDH bersama 10 orang lain diduga sedang melakukan pengeroyokan hingga diketahui terjadi penikaman pada korban inisial K.
Baca Juga: Mengenal Suhirno, Kepala SMAN 11 Jogja: Liburan Tiba, Jalan-jalan Keliling Dunia
EM lantas tak tinggal diam menyaksikan situasi tersebut, ia berusaha melerai.
Kemudian para terduga pelaku ini pergi meninggalkan tempat kejadian perkara.
Korban K mengalami luka tikam di bagian kepala dan memar seluruh wajah.
“Sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit dan mengalami pusing dan muntah-muntah," jelas Sujarwo.
Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Probo Satrio mengatakan, pihaknya belum mendapat keterangan lebih detail. Termasuk terduga pelaku.
Saat ini jajarannya masih memeriksa saksi-saksi. Korban juga belum bisa dimintai keterangan karena masih di rumah sakit.
“Jadi nanti kalau sudah ada keterangan kami baru bisa komentar. Karena belum tahu ceritanya permasalahannya apa," ucapnya.
Polisi saat ini mendalami keributan tersebut.
Para saksi, pelapor dan korban akan dimintai keterangan lebih detail terkait kejadian itu.
“Ada dua korban. Korban dari luar Jogja. Jadi yang parah satu, lukanya ada yang luka bacok," jelas Probo.
Sementara itu, pihak Polresta Sleman membantah narasi yang beredar.
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menyebut, peristiwa itu terjadi di Kota Jogja.
Sebelumnya beredar unggahan di media sosial yang menyebut peristiwa itu membuat ketegangan di Babarsari, Sleman.
Adrian menerangkan, pihaknya memastikan tidak ada gangguan keamanan di Babarsari maupun Kledokan imbas dari peristiwa itu. Warga pun saat ini masih beraktivitas seperti biasa.
"Kejadiannya itu di Kota Jogja. Saat ini di sana (Babarsari) aman" katanya. (tyo)
Editor : Meitika Candra Lantiva