Kejadian berawal saat korban bersama rekannya bernama Albert Wijaya dan tiga teman lainnya berada di cafe. Lalu sekitar 23.30 WIB rombongan korban mendapatkan provokasi. Tepatnya oleh seseorang berinisial C.
"Lalu berujung pada perkelahian di depan parkiran HolyWings," dalam keterangan tertulis keluarga korban, Minggu (5/6).
Dalam keterangan tertulis ini disebutkan bahwa C memanggil rekannya berinisial L. Sosok L lalu memanggil sejumlah petugas keamanan, preman dan tukang parkir. Terlihat pula sejumlah oknum aparat penegak hukum dalam rombongan ini.
"Saat perkelahian, Bryan Yoga Kusuma dihajar kurang lebih selama 1 jam oleh sekitar 20 orang, dan ada juga (diduga) oknum polisi yang terlibat," lanjut keterangan tertulis ini.
Keterangan tersebut menuliskan jika Bryan dan Albert diberikan opsi jalan tengah. Untuk menyelesaikan masalah mereka bersama C dan L di Polres Sleman. Faktanya penganiayaan justru berlanjut di Mapolres Sleman.
Pihak keluarga menuturkan korban Bryan sempat meminta pertolongan kepada polisi yang berjaga. Hanya saja tak mendapatkan respon. Hingga akhirnya berlari hingga keluar Mapolres Sleman.
"Pihak keluarga merasa perlu mengangkat kasus ini, agar mendapatkan keadilan," ujar dalam keterangan tertulis. (Dwi) Editor : Editor News