GUNUNGKIDUL – Empat warga Padukuhan Pelem, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, yang terkonfirmasi positif antraks setelah mengonsumsi daging kambing mati mendadak kini telah sembuh.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul masih memantau 47 warga lain yang memiliki riwayat kontak dengan kambing yang mati mendadak tersebut dengan pemberian antibiotik profilaksis.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ismono mengatakan, kejadian tersebut pertama kali ditemukan pada awal September 2026. Saat itu, terdapat tujuh kambing yang mati. Namun, tiga ekor di antaranya sempat disembelih sebelum dagingnya dibagikan dan dikonsumsi warga.
Baca Juga: Hadapi Jadwal Padat, PSS Sleman Gembleng Fisik di Jeda Kompetisi
Setelah daging kambing dibagikan, sejumlah warga mengalami luka yang menyerupai gejala penyakit antraks. Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti Pemkab Gunungkidul melalui penyelidikan epidemiologis untuk mengetahui kemungkinan paparan dan penularan terhadap warga yang memiliki riwayat kontak dengan hewan terduga terinfeksi.
Penyakit zoonosis itu juga terdeteksi dalam sampel tanah di sekitar penyembelihan kambing
Dari penelusuran awal terdapat tujuh warga berstatus suspek. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, empat di antaranya positif. “Yang PCR positif konfirmasi antraks ada empat,” kata Ismono kepada Radar Jogja, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Prediksi Skor Prancis vs Italia di UEFA Nations League, Les Blues Akan Hentikan Kebangkitan Azzurri
Kendati begitu, dia memastikan seluruh pasien positif saat ini telah sembuh. Pun, pengawasan terhadap warga yang memiliki riwayat paparan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kasus baru. Sehingga, 47 warga lainnya mendapatkan antibiotik profilaksis untuk mencegah berkembangnya infeksi.
Dia mengimbau masyarakat agar tidak menyembelih maupun mengonsumsi ternak yang sakit atau mati mendadak. Hewan yang dicurigai terjangkit antraks harus ditangani sesuai prosedur, termasuk dikubur agar tidak menjadi sumber penularan.
Di sisi lain, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul melakukan pemeriksaan lingkungan di sekitar lokasi penyembelihan kambing. Petugas mengambil sampel tanah untuk mengetahui kemungkinan kontaminasi bakteri antraks.
Baca Juga: Jalani Tahun Ketiga Bersama PSIM, Yusaku Yamadera Masih Menanti Kesempatan Bermain di Musim Baru
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul Retno Widyastuti menambahkan, hasil pemeriksaan sampel tanah telah keluar pada Kamis (1/10). Hasilnya menunjukkan sampel tersebut positif mengandung bacillus anthracis.
“Temuan itu menjadi perhatian kami karena bakteri antraks dapat bertahan dalam bentuk spora di lingkungan, terutama tanah yang terkontaminasi material dari hewan terinfeksi,” katanya.
Sekda Gunungkidul Sri Suhartanta mengatakan, pemerintah daerah meminta jajaran terkait terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. "Kami terus meminta pada bidang kesehatan untuk terus melakukan edukasi penyadaran kepada masyarakat, khususnya peternak," tambahnya. (cr1/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita