GUNUNGKIDUL - Kesadaran warga Gunungkidul untuk melindungi hewan peliharaan dari rabies mulai meningkat.
Jika sebelumnya petugas harus mendatangi desa satu per satu untuk mengejar sasaran vaksinasi, kini masyarakat justru berbondong-bondong mendatangi layanan vaksinasi gratis.
Kondisi itu terlihat dalam vaksinasi massal hewan pembawa rabies yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul di UPT PKH Wonosari, Jalan Kolonel Sugiyono, Purbosari, Wonosari, Senin (28/9/2026).
DPP menyiapkan 123 dosis vaksin dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Meriahnya Sleman Kite Festival 2026: Aksi Kunto Aji, Pesan Iklim, dan Tradisi Layang-Layang
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul Retno Widyastuti mengatakan, sebanyak 97 pemilik hewan telah mendaftar sebelum kegiatan berlangsung,.
"Kemudian peserta yang tidak daftar melalui link bisa langsung ke sana untuk mendaftar," kata Retno.
Menurut Retno, tingginya minat masyarakat menjadi perubahan dibanding pelaksanaan vaksinasi pada tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau dulu kita memiliki target dan harus terjun satu-satu ke desa, kalau sekarang kita buka stand saja sudah full yang datang," ujarnya.
Dia mengatakan vaksinasi tetap diperlukan meski DIY telah berstatus sebagai wilayah bebas rabies.
Baca Juga: Kepergok Mencuri Barang di Minimarket OKU Selatan, Dua Ibu-ibu Klarifikasi Sampaikan Permintaan Maaf
Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 708 Tahun 2024 yang memperkuat SK Menteri Pertanian Nomor 892/KPTS/TN.560/P/1997.
"Karena kita DIY itu provinsi bebas rabies, itu karena gerakan vaksinasi. Jadi ketika ada stok vaksin maka kami selenggarakan," jelasnya.
Rabies ditularkan melalui air liur hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, kera, dan kelelawar.
Penularan dapat terjadi melalui gigitan maupun cakaran, termasuk ketika air liur mengenai selaput lendir atau luka terbuka.
Retno mengingatkan kewaspadaan tetap diperlukan karena rabies sulit ditangani setelah hewan maupun manusia menunjukkan gejala klinis.
Bagi pemilik hewan, vaksinasi juga menjadi bentuk perlindungan terhadap anggota keluarga.
Baca Juga: Dua Ibu-ibu Kepergok Ngutil Barang Minimarket di OKU Selatan, Karyawan Bongkar Aksi Pencurian
Riyanto, warga Wonosari, sengaja membawa hewan peliharaannya karena menilai layanan gratis tersebut membantu masyarakat yang tidak selalu mampu membawa anabul ke dokter hewan.
"Bagus sekali karena kan mengurangi kekhawatiran masyarakat tentang rabies, baik anjing, kucing," katanya.
Sementara itu, Sutrisno, warga Bansari, Kepek, mengaku sudah tiga kali mengikuti vaksinasi untuk kucing peliharaannya.
Informasi mengenai kegiatan tersebut diperolehnya dari grup komunitas pemelihara hewan yang diinformasikan oleh Dinas.
"Karena setiap hari kan kita tinggal satu rumah dan sehari-hari bersama keluarga, jadi ya biar aman saja," katanya. (cr1)
Editor : Meitika Candra Lantiva