Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hanya Dua Murid Baru, SD Wonosari 2 Gunungkidul Optimistis Gelar Pembelajaran

Dzika Fajar • Senin, 13 Juli 2026 | 17:36 WIB
Dua siswa baru SD Negeri Wonosari 2 saat ditemui di ruang kepala sekolah, Senin (13/7/2026). Minimnya jumlah peserta didik baru menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah pada tahun ajaran 2026/2027. (Dzika Fajar/ Radar Jogja)
Dua siswa baru SD Negeri Wonosari 2 saat ditemui di ruang kepala sekolah, Senin (13/7/2026). Minimnya jumlah peserta didik baru menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah pada tahun ajaran 2026/2027. (Dzika Fajar/ Radar Jogja)

 

GUNUNGKIDUL – SD Negeri Wonosari 2 hanya menerima dua peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Dengan tambahan tersebut, jumlah siswa di sekolah itu kini mencapai 31 orang yang tersebar di enam tingkat kelas.

Kepala SD Negeri Wonosari 2 Jumali mengatakan, rendahnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi tidak seimbangnya daya tampung sekolah dengan angka kelahiran, serta banyaknya pilihan sekolah di wilayah Wonosari yang lokasinya saling berdekatan.

"Kalau SD kan zonasinya kalurahan, sedangkan kapasitas rombel yang tersedia tidak diimbangi dengan angka kelahiran," katanya saat ditemui di kantor pada (13/7/2026).

Baca Juga: Relokasi, MPLS 2026 SMPN 1 Wates Kulon Progo Berlangsung di Gedung Sekolah Terpadu

Ia menambahkan, kedekatan lokasi dengan sekolah negeri lain dan sekolah swasta yang membuka lebih banyak rombongan belajar turut memengaruhi pilihan orang tua.

"Radiusnya sangat dekat dengan sekolah sebelah, sehingga banyak yang tidak memilih di sini, ditambah yang swasta yang membuka lebih dari dua rombel," ujarnya.

Menurut Jumali, sekolah telah berupaya menjaring calon peserta didik dengan mendatangi permukiman warga, namun hasilnya belum signifikan.

"Kami sudah keliling kampung untuk survei secara langsung, namun hasilnya tidak signifikan," katanya.

Saat ini SD Negeri Wonosari 2 memiliki dua siswa kelas I, tiga siswa kelas II, dua siswa kelas III, lima siswa kelas IV, 12 siswa kelas V, dan tujuh siswa kelas VI.

Baca Juga: Liverpool Siap Angkut Wonderkid Meksiko Gilberto Mora serta Bajak Manu Kone dari Incaran Manchester United


Jumali mengakui minimnya jumlah siswa turut berdampak pada besaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima.

"Dana BOS satu anak Rp950 ribu dalam setahun itu sebenarnya tidak cukup untuk operasional," ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal.

Menurutnya, beban sekolah juga lebih ringan karena guru kelas VI dan dua guru mata pelajaran telah berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Ia berharap Dinas Pendidikan dapat mempertimbangkan pemerataan kuota penerimaan peserta didik antarsekolah.

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 145/KPTS/2026, di Kapanewon Wonosari terdapat 40 SD dengan kuota penerimaan yang berbeda, sementara jumlah ideal setiap rombongan belajar ditetapkan sebanyak 28 siswa.

Baca Juga: Hari Pertama MPLS, Dikpora DIY Pastikan Tak Ada Laporan Perpeloncoan, Sekolah Diawasi Ketat

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Asbani mengatakan, sekolah dengan jumlah siswa yang sangat sedikit menghadapi tantangan dalam efektivitas pembelajaran.

"Dalam hal pembelajaran memang tidak efektif jika muridnya kurang karena banyak materi yang tidak tercapai," katanya.

Ia mengatakan Dinas Pendidikan tengah mengevaluasi sejumlah sekolah dengan jumlah peserta didik minim, termasuk SD Negeri Wonosari 2, sebagai bagian dari kajian kemungkinan penerapan regrouping.

"Di sekolah lain ada yang progres regrouping. Untuk SD Wonosari 2 sedang kita pelajari, termasuk sekolah kecil yang lainnya," ujarnya.

Editor : Meitika Candra Lantiva
SD Wonosari 2 Gunungkidul murid baru calon peserta didik pembelajaran