GUNUNGKIDUL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (YIA) mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pantai selatan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Meski sempat diprakirakan terjadi gelombang tinggi, hasil pemantauan terbaru menunjukkan tinggi gelombang masih berada dalam kategori sedang.
Petugas BMKG Stasiun Meteorologi YIA, Rahma, mengatakan berdasarkan laporan yang dipublikasikan sejak 5 Juli lalu, tinggi gelombang pada 7 Juli diperkirakan meningkat.
Namun, berdasarkan pantauan terbaru, tinggi gelombang di perairan selatan DIY termasuk Gunukidul masih berada pada kisaran 1,25 hingga 3 meter.
"Pada laporan yang dipublikasikan sejak 5 Juli kemarin, diperkirakan pada 7 Juli akan terjadi gelombang tinggi. Namun, sejauh pantauan terbaru kami, ombak masih dalam kategori sedang, yaitu pada kisaran 1,25 sampai 3 meter," ujar Rahma saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (8/7/2026).
Rahma menambahkan, kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan.
Tinggi gelombang di perairan selatan DIY diprakirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk kategori sedang.
"Dalam satu pekan ke depan tinggi gelombang diprakirakan masih dalam kategori sedang, yaitu berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter," jelasnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan gelombang melalui kanal resmi BMKG.
Nelayan, operator kapal kecil, kapal tongkang, maupun kapal penyeberangan diminta meningkatkan kewaspadaan, sementara wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas yang berisiko di kawasan pantai.
"Untuk informasi terkini, silakan terus memantau pembaruan BMKG melalui media sosial resmi. Nelayan, kapal kecil, tongkang, dan kapal feri diimbau meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta menghindari berenang, memancing, maupun olahraga air yang dapat membahayakan di wilayah pantai selatan," katanya.
Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung, mengingatkan nelayan dan seluruh pelaku aktivitas kelautan untuk mengutamakan keselamatan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut.
"Nelayan dan pelaku aktivitas kelautan kami juga minta mempertimbangkan untuk menunda melaut apabila kondisi cuaca tidak aman," ujar Feri dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
BMKG berharap masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan secara berkala.
Dengan memantau informasi terbaru dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi di lapangan, risiko kecelakaan akibat cuaca maupun gelombang tinggi di wilayah pantai selatan dapat diminimalkan. (CR1)
Editor : Meitika Candra Lantiva