Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadapi Ancaman El Nino, PDAM Pastikan Layani 62.528 Sambungan Rumah di Gunungkidul

Yusuf Bastiar • Selasa, 9 Juni 2026 | 20:15 WIB
Plt Pengurusan PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Supriyanto menemani Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih sedang meninjau ketersediaan air di WTP PDAM Tirta Handayani Cabang Baron. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Plt Pengurusan PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Supriyanto menemani Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih sedang meninjau ketersediaan air di WTP PDAM Tirta Handayani Cabang Baron. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
 
GUNUNGKIDUL - Ancaman fenomena El Nino bersamaan musim kemarau panjang mulai diantisipasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul. Perusahaan pelat merah tersebut saat ini fokus meningkatkan kapasitas produksi dan keandalan jaringan distribusi guna memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi 62.528 sambungan rumah (SR) yang tersebar di berbagai wilayah Gunungkidul.
 
Plt Pengurusan PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Supriyanto mengatakan, penyediaan air bersih menjadi tantangan tersendiri bagi wilayah Gunungkidul yang memiliki karakteristik geografis beragam. Meski memiliki potensi sumber air yang cukup besar, distribusi air ke pelanggan membutuhkan dukungan infrastruktur dan biaya operasional yang tidak sedikit.
 
Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas hingga Dua Kilometer, BPPTKG Minta Masyarakat Waspada
 
“Saat ini PDAM tengah fokus pada peningkatan kapasitas produksi untuk mengantisipasi fenomena El Nino dan musim kemarau panjang guna memastikan ketersediaan air bagi masyarakat tetap terjaga,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (9/6).
 
Menurut dia, tantangan utama tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber air, tetapi juga kondisi geografis wilayah yang mengharuskan air dipompa dari sumber-sumber air bawah tanah menuju kawasan perbukitan dan permukiman pelanggan. Hingga Juni 2026, kata dis, PDAM Tirta Handayani tercatat melayani 62.528 sambungan rumah atau sekitar 24,17 persen dari total populasi penduduk di Kabupaten Gunungkidul. Layanan tersebut menjangkau 16 kapanewon melalui jaringan perpipaan yang membentang hingga ratusan kilometer.
 
Untuk menjaga kontinuitas pelayanan, PDAM mengoperasikan tujuh instalasi pengolahan air (IPA) yang didukung 95 unit pompa serta sejumlah booster guna mendistribusikan air ke wilayah dengan elevasi tinggi. “Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat strategis bagi pembangunan daerah dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
 
Baca Juga: Pemprov DIY Kejar Penyelesaian Jalan Penghubung Sleman-Gunungkidul, Target Rampung di 2027 Belum Bergeser  
 
Supriyanto menyampaikan, pelayanan PDAM dibagi ke dalam empat cabang utama. Cabang Wonosari membawahi unit Wonosari, Semanu, Nglipar, dan Gedangsari. Cabang Seropan melayani wilayah Semanu, Ponjong, Karangmojo, dan Semin. Kemudian Cabang Bribin membawahi wilayah Tepus, Rongkop, dan Girisubo. Sedangkan Cabang Baron melayani pelanggan di Kapanewon Tanjungsari, Saptosari, Paliyan, dan Panggang. Dalam menjalankan pelayanan tersebut, PDAM Tirta Handayani didukung oleh 279 personel yang terdiri atas pegawai tetap, tenaga honorer, tenaga harian lepas (THL), serta tenaga outsourcing.
 
“Karena itu, kami terus berupaya menjaga layanan agar tetap optimal meskipun menghadapi berbagai tantangan,” tandasnya.
 
Baca Juga: Wabup Gunungkidul Usulkan N Level 1 Biosaka Tekan Bau TPA Wukirsari, DLH: Efektivitas Perlu Dikaji
 
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meminta seluruh upaya penyediaan air bersih dilakukan secara terintegrasi. Salah satunya melalui koordinasi dalam pembangunan sarana air bersih yang berasal dari bantuan pihak ketiga. Merespon hal tersebut, ia mengaku akan bersurat kepada lembaga perbankan dan pihak swasta agar bantuan sumur bor melalui program CSR dikoordinasikan dengan PDAM guna menjaga sinkronisasi sistem penyediaan air minum daerah.
 
Menurut Endah, pelayanan air bersih tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga kualitas pelayanan kepada pelanggan. Karena itu, jajaran PDAM diminta responsif terhadap setiap keluhan yang disampaikan masyarakat. “Pegawai juga mesti merespons cepat terhadap keluhan pelanggan tanpa menunggu masalah menjadi besar,” ujarnya mengakhiri. (bas)
 
 
Editor : Sevtia Eka Novarita
#Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul #el nino #kemarau #PDAM #air bersih