Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas hingga Dua Kilometer, BPPTKG Minta Masyarakat Waspada

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
STATUS SIAGA: Luncuran awan panas Gunung Merapi Selasa (9/6). (Dokumentasi BPPTKG)
STATUS SIAGA: Luncuran awan panas Gunung Merapi Selasa (9/6). (Dokumentasi BPPTKG)

Advertisement

SLEMAN - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran kemarin (9/6) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut pada pukul 08.59, estimasi jarak luncurnya mencapai dua kilometer.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan, awan panas guguran ini mengarah ke barat daya tepatnya pada hulu Kali Putih. Amplitudo tercatat maksimal 26,96 mm dengan durasi 136,83 detik. "Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," pesannya dalam keterangan tertulis Selasa (9/6). 

Aktivitas Gunung Merapi selama periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 sendiri masih didominasi guguran lava dan aktivitas kegempaan vulkanik. Petugas BPPTKG mencatat 11 kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Krasak dan Kali Putih. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 75 meter di atas puncak kawah. 

Advertisement

Dia menegaskan, aktivitas Gunung Merapi masih dalam level III atau siaga. Potensi bahayanya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer, dan Sungai Gendol 5 kilometer.

"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak," katanya. 

Advertisement

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Untuk itu masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Termasuk mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi," tambahnya. (del/eno)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Suplai Magma Masih Intensif, Ratusan Guguran Lava Warnai Aktivitas Harian Gunung Merapi

Suplai Magma Masih Intensif, Ratusan Guguran Lava Warnai Aktivitas Harian Gunung Merapi

Suplai Magma Masih Intensif, Ratusan Guguran Lava Warnai Aktivitas Harian Gunung Merapi

Perkuat Kerja Sama Vulkanologi 50 Tahun, Indonesia-Prancis Riset Mitigasi Bencana Geologi di Merapi

Perkuat Kerja Sama Vulkanologi 50 Tahun, Indonesia-Prancis Riset Mitigasi Bencana Geologi di Merapi

Dubes Prancis untuk Indonesia bersama CEO IRD saat mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Sabtu (6/6).

Merapi Level III Siaga, 1 Awan Panas Guguran dan 114 Guguran Lava Terjadi 29 Mei 2026

Merapi Level III Siaga, 1 Awan Panas Guguran dan 114 Guguran Lava Terjadi 29 Mei 2026

Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas yang signifikan. Pada periode pengamatan Jumat (29/5/2026), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat satu kali awan panas guguran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer