GUNUNGKIDUL - Pedagang di Pasar Argosari Wonosari sempat dihantui rasa khawatir akibat keberadaan sarang tawon vespa berukuran sebesar galon air di area pasar.
Sarang yang telah menempel selama berbulan-bulan itu akhirnya berhasil dievakuasi petugas UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul pada Rabu malam (3/6).
Keberadaan sarang tawon tersebut diketahui berada di pohon yang menjulang hingga area atap pasar. Ukurannya yang terus membesar membuat pedagang dan pengunjung merasa tidak nyaman karena khawatir sewaktu-waktu diserang kawanan tawon.
Pedagang nasi goreng di Pasar Argosari Heri Irawan menyampaikan, sarang tawon sebenarnya sudah ada sejak beberapa bulan lalu. Namun, keberadaannya baru diketahui banyak orang setelah dilakukan pemangkasan pohon oleh petugas.
"Kami para pedagang jadi was-was karena tahu sengatan tawon vespa cukup berbahaya," ujarnnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (4/6).
Sekitar tiga bulan lalu ukuran sarang masih relatif kecil, hanya sebesar botol air minum kemasan. Namun, lanjut dias, dalam beberapa bulan terakhir ukurannya berkembang sangat cepat hingga mencapai diameter hampir sebesar galon air.
Meski tidak ada pedagang maupun pengunjung yang menjadi korban sengatan, keberadaan sarang tersebut membuat aktivitas perdagangan berlangsung dengan rasa khawatir.
Merespon hal tersebut, sempat muncul usulan untuk menghancurkan sarang secara mandiri. Alasannya, larva tawon bisa digoreng untuk dijadikan santapan. Namun rencana tersebut urung dilakukan karena dapat membahayakan banyak orang.
Heri kemudian melaporkan keberadaan sarang tawon ke Damkarmat Gunungkidul. Setelah dilakukan survei dan peninjauan beberapa kali, petugas akhirnya melakukan evakuasi pada Rabu malam.
"Dari lapak dagangan saya jaraknya cuma 10 meter. Makanya saya lapor ke Damkar. Sekarang pedagang bisa kembali berjualan dengan lebih tenang," ujarnya.
Kasubag Tata Usaha Damkarmat Gunungkidul Ngadiyono mengatakan, berdasarkan laporan pedagang, lanjut Ngadiyono, keberadaan sarang tawon vespa dinilai membahayakan aktivitas masyarakat karena berada di area yang setiap hari ramai dikunjungi pedagang dan pembeli.
"Evakuasi harus malam agar sarang tawon berhasil dimusnahkan dengan aman," katanya.
Evakuasi sarang tawon menjadi salah satu layanan penyelamatan yang rutin dilakukan Damkarmat selain penanganan kebakaran. Masyarakat diimbau tidak melakukan pemusnahan sarang tawon secara mandiri apabila ukurannya sudah besar atau berada di lokasi yang berisiko.
"Kami mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan sarang tawon yang berpotensi membahayakan," tuturnya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo