GUNUNGKIDUL - Keterlambatan pembangunan dua gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada tahap pertama menjadi catatan penting bagi pelaksanaan tahap berikutnya di Gunungkidul. Kodim 0730/Gunungkidul memastikan persoalan serupa tidak boleh terulang saat pembangunan 10 gerai KDMP tahap kedua dimulai.
Kodim mengklaim, secara umum pembangunan tahap pertama berjalan baik. Namun hingga saat ini masih terdapat dua gerai yang belum rampung sepenuhnya.
“Di tahap pertama ada sepuluh gerai yang dibangun, tetapi sampai sekarang masih ada dua yang dalam proses penyelesaian,” ujar Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Alfian Yudha Praniawan, Selasa (28/4).
Baca Juga: Kabupaten Magelang Darurat Hama Kera, Serangan Masif Meluas dari Lereng Merapi hingga Menoreh
Dua lokasi yang belum selesai, kata dia, masing-masing berada di Kalurahan Gading, Kapanewon Playen dan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo. Menurut Alfian, keterlambatan terjadi karena distribusi material dari rekanan sempat tersendat, sehingga mempengaruhi progres pembangunan.
“Ada keterlambatan pengiriman material dari rekanan. Sekarang sudah masuk tahap finishing dan harapannya segera selesai,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pada pembangunan tahap kedua material akan langsung didatangkan dari pabrik. Agar distribusi lebih cepat dan tidak menghambat pekerjaan di lapangan.
Baca Juga: Pria Asal NTT Ditemukan Tewas di Dalam Kamar Kos di Caturtunggal Sleman
Adapun delapan gerai yang telah selesai dibangun pada tahap pertama tersebar di Kalurahan Baleharjo dan Siraman di Kapanewon Wonosari, Candirejo di Seman, Getas di Playen, Jatiayu dan Kelor di Karangmojo, serta Kenteng dan Sidorejo di Ponjong. Sementara untuk tahap kedua, pembangunan akan dilakukan di sepuluh lokasi.
“Masing-masing di Kalurahan Gari, Piyaman, dan Duwet di Wonosari. Kemudian di kalurahan Bandung dan Logandeng di Kapanewon Playen. Di Kapanewon Karangmojo ada Kalurahan Bendung sedangkan di Semanu di Sidoharjo dan Karangwuni,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua KDMP Baleharjo Georgius Oon mengatakan, pembangunan gerai di wilayahnya berjalan lancar dan telah selesai sejak akhir Maret lalu. Selain bangunan gerai, koperasi juga menerima kendaraan roda tiga untuk mendukung operasional.
“Memang belum semua fasilitas diberikan. Untuk mobil operasional misalnya masih belum ada,” katanya.
Ia menjelaskan, unit usaha yang dijalankan KDMP mengikuti arahan pemerintah pusat. Di antaranya toko sembako, klinik, hingga penyediaan pupuk bagi petani. Melalui program KDMP ini, ia berharap unit koperasi desa tersebut dapat menjadi pengungkit ekonomi desa melalui penguatan koperasi berbasis kebutuhan masyarakat setempat. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo