Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bantuan Alsintan Gunungkidul Capai Rp12 Miliar, Produksi Padi Naik Signifikan

Yusuf Bastiar • Selasa, 30 Desember 2025 | 23:17 WIB

Alistan berjejer di depan Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul.
Alistan berjejer di depan Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul.
GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah.

Sepanjang tahun ini, total nilai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang masuk ke Gunungkidul mencapai sekitar Rp12 miliar dan telah disalurkan kepada kelompok tani (poktan) serta gabungan kelompok tani (gapoktan) di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, bantuan alsintan tersebut terdiri atas beragam jenis alat strategis yang dibutuhkan petani.

Di antaranya traktor roda empat sebanyak 31 unit dengan total nilai Rp9,3 miliar.

“Rinciannya, sembilan unit merupakan hasil komunikasi langsung Bupati dengan Menteri Pertanian, enam unit melalui aspirasi Ketua Komisi IV DPR RI, serta tujuh unit bantuan melalui Gubernur DIJ,” ujar Rismiyadi kepada wartawan pada Selasa, (30/12/2025).

Selain traktor, lanjut Rismiyadi, pihaknya juga menyalurkan alat panen berupa combine harvester sebanyak empat unit, alat olah tanah crawler, serta bantuan pendukung lainnya, seperti lima unit power thresher, 13 unit pompa air, dan tiga unit alat tanam padi.

Ia menegaskan, bantuan tersebut bukanlah hadiah, melainkan amanah dari pemerintah untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan.

Karena itu, para penerima manfaat diminta menjaga dan merawat alsintan agar tetap berfungsi optimal dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

“Bantuan ini bagian dari komitmen pemerintah membangun kedaulatan pangan dan mewujudkan visi tani makmur,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menunjukkan langkah cepat dalam merespons ancaman hama tikus yang kerap meresahkan petani.

Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan berhasil mendatangkan empat truk penuh pestisida.

“Pestisida yang didatangkan terdiri dari rodentisida untuk tikus, fungisida, insektisida, dan herbisida,” imbuh Rismiyadi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono menambahkan, selain alsintan, Pemkab Gunungkidul juga mengupayakan pembangunan jaringan irigasi air tanah di 40 titik melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

“Nilai pembangunannya mencapai Rp1,5 miliar per titik. Kami berharap dukungan teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengolahan lahan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga manual yang semakin terbatas,” ujarnya.

Raharjo mengungkapkan, dampak berbagai program tersebut mulai terlihat dari capaian produksi padi Gunungkidul tahun 2025 yang meningkat signifikan.

Total produksi mencapai 299.624 ton gabah kering giling, atau naik hampir 30.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi ditopang oleh bertambahnya luas tanam menjadi 55.576 hektare yang tersebar di 18 kapanewon. Hasil pengubinan menunjukkan produktivitas mencapai 5,6 ton per hektare, melampaui target produksi sebesar 291.000 ton.

“Faktor pendukung lainnya antara lain kondisi kemarau basah yang membuka peluang tanam lebih luas serta penggunaan varietas unggul,” jelasnya. (bas)

Editor : Bahana.
#alsintan #Gunungkidul