Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Seharian Bikin DIY Selatan Kebanjiran, SMKN 1 Tanjungsari Terendam 1,5 Meter

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 28 Desember 2025 | 03:02 WIB
Tangkapan layar banjir di wilayah Tanjungsari Gunungkidul
Tangkapan layar banjir di wilayah Tanjungsari Gunungkidul

 

GUNUNGKIDUL - Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Jumat sore hingga Sabtu (26-27/12) pagi, menyebabkan sejumlah kejadian bencana di wilayah DIJ. Paling terdampak di wilayah DIJ selatan. Mulai dari Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo.

Berdasarkan laporan harian Pusdalops PB BPBD DIJ, Kabupaten Bantul menjadi wilayah terdampak paling signifikan. Hingga Sabtu (27/12), tercatat ada 61 titik kerusakan di Bantul yang mencakup tujuh titik gerakan tanah (longsor) dan 54 titik pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ Agustinus Ruruh Haryata menyebut di Bantul, gerakan tanah tersebar di Imogiri, Piyungan, dan Dlingo yang berdampak pada talut, akses jalan, hingga rumah warga. Sementara pohon tumbang mayoritas terjadi di wilayah Sanden dan Kretek.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron, Marjono menjelaskan, hujan yang berlangsung cukup lama dan memicu luapan air di sejumlah titik.

"Hujan dari pukul 15.00 hingga malam pukul 24.00 dengan intensitas tinggi mengakibatkan luapan air atau banjir genangan di wilayah Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul," ujarnya, Sabtu (27/12).

Laporan tim Satlinmas Rescue, genangan terjadi di kompleks SMKN 1 Tanjungsari, kawasan Rejosari, serta area Pantai Kukup dan Pantai Baron. Jalan Baron di sekitar kompleks SMKN 1 Tanjungsari sempat tidak bisa dilalui kendaraan.

"Jalan Baron kompleks SMKN 1 Tanjungsari sempat tidak bisa dilewati kendaraan dari pukul 20.30 sampai dengan 23.30," terang Marjono.

 

Selain itu, air juga dilaporkan masuk ke rumah warga di Padukuhan Rejosari. Halaman SMKN 1 Tanjungsari pun turut tergenang air dengan ketinggian sampai 1,5 meter. Selain itu, sebanyak 20 kios pedagang di Pantai Kukup dan delapan kios di Pantai Baron turut tergenang air. 

Di Pantai Baron dilaporkan pula tiga kapal tertimpa pohon tumbang dan satu kapal tenggelam akibat luapan debit sungai di muara pantai.

 

Tidak hanya di wilayah pesisir, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di wilayah lain. Pohon tumbang menimpa rumah warga di Wonosari, Playen, dan Paliyan. "Di Nglipar talut pekarangan longsor dan mengancam bangunan rumah," ulasnya.

 

Berdasarkan rekapitulasi yang dihimpun BPBD Gunungkidul, total kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp9,9 juta. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. "Peringatan dini dan info cuaca menjadi perhatian peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," katanya.

BPBD juga merekomendasikan agar masyarakat memangkas pohon lapuk atau bercabang lebat. Serta menghindari berteduh di bawah pohon besar, reklame, dan tiang listrik saat hujan deras disertai angin kencang.

"Warga juga diminta menjauhi daerah aliran sungai dan titik-titik rawan longsor," tuturnya. (iza/Iwa/pra)

Editor : Heru Pratomo
#hujan seharian #pantai baron #terendam banjir #Gunungkidul #SMKN 1 #Tanjungsari #BPBD #DIY #Kebanjiran