Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siswa SDN Kamal Tewas di Sungai, Orang Tua Sebut Tak Tahu soal Agenda Pramuka di Luar Sekolah

Yusuf Bastiar • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 01:45 WIB

 

Siswa SDN Kamal di Kalurahan Wunung Kapanewon Wonosari ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kamal seusai mengikuti kegiatan pramuka pada Rabu malam (15/10)
Siswa SDN Kamal di Kalurahan Wunung Kapanewon Wonosari ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kamal seusai mengikuti kegiatan pramuka pada Rabu malam (15/10)
 

GUNUNGKIDUL - Meninggalnya salah satu siswa SDN Kamal berinisal GS, 8, di sungai dekat sekolah pada Rabu (15/10) sudah diterima pihak keluarga sebagai musibah. Hanya saja, orang tua (ortu) menyayangkan tidak adanya pemberitahuan soal kegiatan pengenalan alam dan hewan sekitar Pramuka.

“Jam satu siang saya antar ke sekolah untuk Pramuka,” lontar Supriyadi, orang tua korban.

 Baca Juga: Pasca Kembali Keracunan Massal, Dewan Dorong Pemkot Jogja Intervensi Pengawasan Dapur MBG

Orang tua yang tidak tahu soal agenda Pramuka di luar sekolah juga dibenarkan oleh Kepala Disdik Gunungkidul Nunuk Setyowati. Meskipun insiden ini sudah diterima sebagai musibah, orang tua korban berharap agar ada komunikasi yang dilakukan sekolah.

“Apa yang disampaikan keluarga menjadi catatan penting bagi kami, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya saat dihubungi Jumat (17/10).

 Baca Juga: Lebih dari 90 Menit: Ketika PSIM Jogja Membawa Saya Pergi Lebih dari 500 Kilometer Jauhnya

Nunuk menegaskan, dua pembina berinisal S, 62, warga Kalurahan Kemiri, Tanjungsari dan H, 38, warga Padukuhan Kamal, Wunung, Wonosari telah dipanggil. “Kami sudah temui dua pembina tersebut dan telah melakukan pembinaan,” ujar Nunuk.

Diketahui, S telah memiliki sertifikat pembina level nasional. Kemudian, S dibantu H sebagai penjaga sekolah dalam menjalankan kegiatan Pramuka.

 Baca Juga: Lebih dari 90 Menit: Ketika PSIM Jogja Membawa Saya Pergi Lebih dari 500 Kilometer Jauhnya

Dia menegaskan, pembinaan juga diberikan kepada seluruh jajaran di SDN Kamal. Termasuk kepala sekolah dan guru, agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Selain itu, Disdik Gunungkidul telah menginstruksikan seluruh sekolah di wilayahnya untuk meninjau kembali pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Khususnya dalam hal penyesuaian kegiatan dengan tingkat usia siswa dan manajemen risiko di lapangan. “Pramuka menyesuaikan dengan tingkatan siswa mulai prasiaga, penggalang, dan seterusnya,” ucapnya.

 

Sebelumnya, Kapolsek Wonosari Kompol Edy Purnomo mengatakan, kegiatan pengenalan alam dan hewan sekitar itu diikuti sekitar 80 siswa kelas 1-6. Peserta berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer menuju lokasi pengamatan di alam terbuka. Beberapa siswa terlihat bermain di pinggir sungai, bahkan sebagian sempat turun ke air dangkal untuk mengamati hewan kecil seperti kepiting.

“Memasuki pukul 15.00, kegiatan ditutup dan rombongan kembali ke sekolah. Sebagian siswa dijemput orang tua di jalan, sementara sisanya tiba di sekolah sekitar pukul 16.00,” ujarnya.

Menurut Edy, salah satu pembina kemudian mendapati tas dan sepatu milik GS tertinggal di sekolah. Barang tersebut sempat dikirim ke rumah korban oleh temannya karena dikira GS sudah pulang. Namun hingga menjelang Magrib, korban tak kunjung tiba di rumah. Orang tua GS bersama warga kemudian melakukan pencarian dan mendapatkan keterangan bahwa korban terakhir terlihat di sekitar Sungai Kamal. Upaya pencarian pun dilakukan hingga akhirnya GS ditemukan di dasar sungai sedalam dua meter dalam kondisi tak bernyawa. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Pendidikan Gunungkidul #orang tua #SDN Kamal #Pramuka #pembina #Disdik Gunungkidul #sungai