Dari 270 jemaah yang diberangkatkan, satu di antaranya, Damiri, dilaporkan meninggal saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gunungkidul, Taufik Ahmad Sholeh, menyampaikan bahwa seorang jamaafmeninggal di tengah rangkaian ibadah.
Meski demikian, Taufik tetap bersyukur mayoritas jamaah asal Bumi Handayani telah kembali dalam keadaan sehat dan selamat ke tanah kelahiran.
“Kami juga berduka atas wafatnya Mbah Damiri di Tanah Suci. Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” ujar Taufik kepada wartawan Kamis, (3/7/2025).
Tak hanya itu, Taufik mengaku selama proses pemulangan jemaah sempat mengalami penundaan.
Menurutnya penundaan perjalanan kepulangan tertunda selama empat jam.
Hal ini diakibatkan karena ada perawatan teknis pesawat dari pihak maskapai.
Namun, menurutnya seluruh proses kepulangan akhirnya berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sebelumnya, dari total 273 jemaah haji yang terdaftar, kata Taufik, ada tiga tidak dapat diberangkatkan karena alasan kesehatan.
Sehingga, jumlah total jamaah haji yang berangkat sebanyak 270 orang.
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, hadir langsung dalam penyambutan tersebut.
Ia menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para jemaah ke tanah air serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang mendalam dan menjadi bekal moral dalam kehidupan bermasyarakat.
“Nilai-nilai kesabaran, disiplin, dan keikhlasan yang diperoleh selama di Tanah Suci kami harapkan terus dijaga,” tegas Joko. (cr1)
Editor : Bahana.