Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pantai Selatan Gunungkidul Masih Jadi Primadona, Libur Tahun Baru Islam Pemasukan Wisata Capai Rp 455 Juta

Yusuf Bastiar • Rabu, 2 Juli 2025 | 00:55 WIB
JUJUKAN: Wisatawan saat memasuki pintu wisata Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul.Andi May/Radar Jogja
JUJUKAN: Wisatawan saat memasuki pintu wisata Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul.Andi May/Radar Jogja

GUNUNGKIDUL - Libur tahun baru Islam atau 1 Muharam 1447 H membawa berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.

Selama tiga hari masa liburan, 27–29 Juni 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata mencapai Rp455.143.700, dengan total kunjungan wisatawan mencapai 42.947 orang.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta menjelaskan sebagian besar wisatawan mengunjungi kawasan Pantai Selatan yang memang menjadi daya tarik utama wisata di Gunungkidul.

“Dominasi kunjungan masih berada di destinasi pantai. Hal ini terlihat dari sebaran wisatawan dan besarnya kontribusi retribusi wisata,” ujarnya Selasa, (1/7/2025).

Rinciannya, pada Jumat (27/6), jumlah wisatawan tercatat 9.549 orang dengan PAD sebesar Rp93.160.400.

Pada Sabtu (28/6), kunjungan meningkat menjadi 15.384 orang dengan PAD Rp155.043.000. Puncaknya terjadi pada Minggu (29/6), dengan 18.014 wisatawan dan PAD Rp206.940.300.

Selain menikmati kunjungan wisatawan, tantangan pengelolaan sampah di kawasan wisata juga menjadi perhatian.

Supriyanta mengungkapkan, pengelolaan sampah dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul.

Namun, sebagian besar pengelolaan masih dilakukan secara mandiri oleh kelompok masyarakat.

“Kelompok seperti Pokdarwis dan desa wisata yang dibina oleh DLH turut mengelola sampah secara mandiri. Tapi karena hasil dan sumber daya masih terbatas, maka kami mendorong kesadaran kolektif dari pedagang, masyarakat, dan pengurus destinasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono, menjelaskan bahwa sampah dari kawasan pantai dikelola di dua TPS 3R, yakni di Tepus dan Kemadang.

Adapun untuk destinasi non-pantai, pengelolaan dilakukan di TPS 3R Nglanggeran.

Setelah dipilah, sebagian sampah dimanfaatkan, seperti batok kelapa yang dijadikan arang, dan sisanya diangkut ke TPA Wonosari.

“Pengelolaan dilakukan mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan. Residu sampah yang tidak bisa dimanfaatkan selanjutnya kami angkut ke TPA,” kata Hary.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama ke depan bagi pengelola pariwisata dan pemerintah daerah. (cr1)

Editor : Bahana.
#pemkab gunung kidul #Gunungkidul #Pantai Selatan