Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ciptakan Ruang Seni Inklusif di Gunungkidul, Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera Gelar Panggung Pertunjukan

Yusuf Bastiar • Rabu, 25 Juni 2025 | 23:03 WIB

Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera (PPDMS) ciptakan ruang seni yang inklusif bagi penyandang disabilitas di Alun-alun Wonosari Selasa (24/6).
Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera (PPDMS) ciptakan ruang seni yang inklusif bagi penyandang disabilitas di Alun-alun Wonosari Selasa (24/6).
GUNUNGKIDUL - Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera (PPDMS) ciptakan ruang seni yang inklusif bagi penyandang disabilitas di Alun-alun Wonosari, Selasa (24/6).

Ketua PPDMS, Hardiyo, mengaku sejauh ini di Gunungkidul masih jarang ditemukan ruang-ruang kesenian yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Oleh karenanya, Hardiyo melalui lembaganya menggandeng Dinas Kebudayaan Gunungkidul dalam gelaran Panggung Kreatifitas Disabilitas Tanpa Batas.

“Sudah bisa dilihat tadi di atas panggung, jika diberi kesempatan dan kepercayaan, penyandang disabilitas itu bisa berkarya, bahkan bisa mensejahterakan diri,” ujar Hardiyo saat ditemui di Alun-alun Wonosari seusia acara pada Selasa malam, (24/6/2025).

Hardiyo merasa senang bisa menciptakan ruang seni inklusif di Alun-alun Wonosari.

Sebab, menurutnya jagung kota Gunungkidul ini telah menjadi saksi perayaan semangat inklusi bagi penari disabilitas asal Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tari Natya Lakshita dan Sekolah Luar Bisa (SLB) Putra Sejalan.

Bahkan, Performance Art juga dipertunjukan oleh penyandang disabilitas dari kelompok Laras Mitra binaan PPDMS.

Lebih lanjut, Hardiyo mengaku bahwa panggung seni merupakan salah satu sarana untuk memberikan ruang ekspresi bagi kalangan disabilitas.

Lebih jauh, menurutnya panggung yang diberikan kepada penyandang disabilitas merupakan upaya pembuktian bahwa dalam segala keterbatasan, penyandang disabilitas masih tetap bisa melakukan berbagai kegiatan.

Dari sinilah Hardiyo ingin menegaskan bahwa masyarakat inklusif bukan sekadar cita-cita belaka.

Justru, baginya tindakan menciptakan ruang inklusif di publik bisa menjadi kenyataan jika didukung oleh kemauan dan kolaborasi semua pihak.

“Pesan kuat dari teman-teman disabilitas Gunungkidul itu soal keberanian, martabat, dan kreativitas tidak mengenal batas,” ujarnya.

Meski demikian, Hardiyo tetap prihatin atas segala keterbatasan alat dan sarana yang masih mereka alami.

Padahal, menurutnya dalam proses pemberdayaan sarana dan prasarana sangat menunjang perkembangan kreativitas penyandang disabilitas.

Tak putus asa, Hardiyo mengaku bahwa PPDMS dan penyandang disabilitas tidak akan pernah pudar semangatnya.

“Kami ingin tunjukkan bahwa justru dengan keterbatasan ini kami bisa,” ujarnya.

Hardiyo mengaku saat ini PPDMS telah membina 450 anggota penyandang disabilitas di Gunungkidul.

Ditegaskan penyandang disabilitas terbukti mempunyai potensi kreativitas yang luar biasa.

Menurutnya Hardiyo kuncinya adalah memberikan diberi ruang tanpa penghakiman sosial atau diskriminasi.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyembunyikan identitas anggota keluarga yang memiliki disabilitas. (cr1)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Gunungkidul #Disabilitas