GUNUNGKIDUL – Meski sudah menerapkan e-ticketing, gegara kepadatan lalu lintas akhirnya penarikan tarif retribusi masuk kawasan pantai di pantai selatan Gunungkidul kembali manual. Petugas di enam titik tempat pemungutan retribusi (TPR) menyiapkan uang tunai.
Koordinator TPR Baron, Asrofi mengatakan, kemacetan diakibatkan lambatnya proses pembelian tiket oleh pengunjung yang menguntungkan uang digital. “Di sini akses sinyal internet agak susah, jadi tadi banyak yang terkendala di situ,” ungkap Asrofi Minggu, (11/5).
Kondisi ini terjadi saat antrean panjang kendaraan yang hendak memasuki kawasan wisata Pantai Baron. Akibatnya, macet total tak terhindarkan di Pantai Baron, yakni pos JJLS, Baron, Ngestirejo, Banjarejo, Pule, dan Tepus.
Sejak Januari 2021 Pemkab Gunungkidul sudah merilis e-ticketing untuk memasuki kawasan wisata Pantai Baron. Metode ini cenderung efektif di hari-hari biasa. Namun, ketika terjadi libur panjang dan libur akhir pekan, ini menjadi kendala yang mengakibatkan kemacetan di Pos TPR Pantai Baron.
Asrofi tetap menghimbau masyarakat yang hendak berwisata di akhir pekan dan libur panjang untuk membawa uang tunai. Menurut Asrofi e-ticketing menggunakan uang tunai efektif mempercepat transaksi, sehingga bisa mengantisipasi kemacetan anteran yang semakin parah.“Kalau ada yang tidak bawa uang tunai , ya, tetap kami layani,” ujar Asrofi.
Dari pemantauan lapangan, kemacetan di enam titik TPR Pantai Baron terjadi antara pukul 09.00 sampai 13.00. Selebihnya, anteran memasuki kawasan wisata Pantai Baron tetap padat merayap. Namun, tidak mengakibatkan pada saat antrian pembelian tiket. Sampai pada pukul 15.30 TPR Baron sudah melayani 2.800 lebih pengunjung. Angka ini juga tak jauh berbeda dengan Pos TPR JJLS. Menurut Dwi Isyanto Koordinator TPR JJLS Pantai Baron mengungkapkan bahwa tiket yang terjual di Posnya mencapai 3.000 tiket. “Perkiraan hari ini 9kemarin) puncaknya wisatawan di libur panjang ini,” ujar Dwi. (cr1/pra)
Editor : Herpri Kartun