Ular berukuran sepanjang tiga meter terlihat oleh warga saat hendak masuk ke dalam gorong-gorong.
Operator Damkar BPBD Gunungkidul Herpra mengatakan, keberadaan ular itu pertama kali terlihat oleh warga melintas di jalan dan masuk ke gorong-gorong.
"Warga merasa ketakutan dan melaporkan ke kami, proses evakuasi berjalan lancar memakan waktu sekitar 30 menit," ujar Herpra kepada awak media, Kamis (26/12).
Herpra menerangkan, ular dengan bobot sekitar 5 kilogram itu belum sempat menyerang warga sekitar. Akan tetapi, warga merasa takut dengan kemunculan ular berukuran besar tersebut.
"Kalau melihat ular masuk pemukiman warga agar segera melaporkan kepada kami, secepatnya kami akan tindaklanjuti," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Damkar BPBD Gunungkidul Handoko menjelaskan, musim penghujan memicu munculnya ular-ular yang keluar dari kandangnya. Terlebih lagi pada wilayah-wilayah bantaran sungai.
"Selama musim penghujan memang kami sering menerima laporan kemunculan ular yang meresahkan warga," ujar Handoko.
Dia belum dapat merinci total jumlah ular yang telah dievakuasi selama musim penghujan. Namun, hewan reptile itu terkadang terlihat warga yang bermukim di bantaran sungai.
"Mungkin karena sungai yang meluap turut membawa ular-ular sehingga masuk ke pemukiman warga," jelasnya.
Dalam proses evakuasi, Handoko menjelaskan, petugas dilengkapi dengan sejumlah alat kelengkapan pelindung diri.
Di antaranya, tongkat penjepit, karung, sarung tangan, dan helm pengaman.
Petugas juga dipastikan telah berkompeten dalam penanganan hewan-hewan yang berbahaya.
Untuk itu, warga diimbau untuk tidak menangani secara mandiri dalam proses evakuasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (ndi)
Editor : Bahana.