GUNUNGKIDUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul mulai melakukan normalisasi drainase di sisi barat Alun-Alun Wonosari. Perbaikan dilakukan untuk mengatasi permasalahan genangan air yang sering terjadi saat musim hujan.
Kepala DLH Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, perbaikan fokus di sisi barat. Terutama di depan masjid, karena merupakan saluran utama. “Perbaikan mencakup penambahan lorong, dari sebelumnya sembilan menjadi sebelas titik,” ujar Hary Rabu (18/12/2024).
Masalah utama yang menyebabkan genangan adalah adanya tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. "Kami sudah membersihkan sampah tersebut dan mengganti pipa-pipa yang rusak," ucapnya.
Selain itu, penebalan tanah menggunakan pasir bercampur tanah turut dilakukan. Guna mencegah genangan serta mempermudah pertumbuhan rumput. Elevasi tanah yang sebelumnya miring, juga akan disesuaikan agar aliran air dapat lebih lancar.
Proyek ini diperkirakan memakan waktu sekitar tiga minggu. Menjadi bagian dari tahapan penataan alun-alun yang telah dimulai sejak 2022. Ke depan, pihaknya juga akan melakukan pengembangan seperti penambahan elemen dekoratif pada alun-alun.
"Alun-Alun Wonosari dapat kembali menjadi area publik yang nyaman dan terbebas dari genangan air saat hujan," tuturnnya.
Pada 2025, lanjutnya, penataan kawasan Alun-Alun Wonosari mencakup penanaman pohon dan tanaman hias serta hiasan bola batu di setiap sudutnya. Bahkan, pedestrian di sekitar alun-alun akan diperlebar untuk menambah kenyamanan pejalan kaki. Namun, proses pengerjaaan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. (ndi/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita