GUNUNGKIDUL - Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul telah diresmikan Selasa (22/10/2024). Tidak dihadiri Gubernur DIY Hamengku Buwono X, peresmian dilakukan oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.
Namun pelabuhan yang menelan anggaran dana keistimewaan Rp 152,5 miliar itu disebut nelayan tidak layak beroperasi. Sebab struktur pemecah ombak dinilai tidak sesuai. Hal ini pun membuat kapal yang berada di pelabuhan harus dijaga saat terjadi gelombang pasang.
"Kami harus terus memantau kapal kami yang sedang parkir ketika terjadi gelombang pasang. Meskipun jangkar telah diturunkan, ombak yang menerjang membuat kapal kami takut saling bertabrakan," ungkap nelayan Pantai Gesing Slamet, 51.
Menurutnya, sudah ada satu kapal yang rusak karena terbentur dinding pelabuhan saat gelombang pasang. "Pelabuhan ini belum layak, ketika kondisi air laut sedang pasang, kapal selalu goyang dan membuat jangkar putus," tegasnya.
Ketua Kelompok Nelayan Panjolo Mulyo Sukadi mengatakan, jalur-jalur keluar kapal dari pelabuhan juga dipenuhi dengan bebatuan yang masuk kembali usai diledakkan.
"Kalau sudah sesuai pemecah gelombangnya, air pasang itu tidak akan langsung masuk ke pelabuhan,” ucapnya.
Dari informasi diterimanya, perbaikan akan kembali dilakukan. Hanya saja masih menunggu di tahun depan. “Sekitar 2025 bakal diperbaiki," ujar Sukadi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Bayu Mukti Sasongko mengakui, pembangunan pelabuhan belum sepenuhnya sempurna. Seper yyang ada di bagian tepi. Maish terdapat batuan yang berbahaya bagi kapal. “Dan juga gelombang besar, nantinya kami akan membuat peredam melalui kajian para ahli," ujar Bayu.
Secara umum, kata Bayu, pembangunan memadukan antara pelabuhan perikanan dan pariwisata Pantai Gesing. Hal itu sebagai upaya mendukung sektor wisata pantai selatan. Oleh karena itu, pelabuhan turut dilengkapi dengan fasilitas wisata. Di antaranya ressort dan juga lapak UMKM.
Bayu menjelaskan, pembangunan PPP Gesing telah dimulai sejak 2016. Luas area mencapai 54.445 meter persegi. Dengan rincian 8.440,3 meter persegi merupakan lahan Kasultanan Ngayogyakarta, dan 45.445 meter persegi adalah tanah Pemprov DIJ.
Pembangunan zona inti PPP Gesing senilai Rp 110,3 miliar tediri dari kolam dermaga, dinding pantai, jalan lingkungan, pintu masuk, musala, bangunan TPS, MCK umum, pos jaga dan sejumlah gudang seperti gudang bahan bakar, perbekalan, serta TPI.
Kemudian, pembangunan kawasan PPP Gesing dengan anggaran senilai Rp 16,9 miliar terdiri dari selter nelayan, gedung kesyahbandaran, mess karyawan, landscape parkir, taman, tangga mitigasi, reservoir air bersih dan patok area batas. Sedangkan pengadaan tanah mencapai Rp 25,2 miliar.
"(Diharapkan, Red) kapasitas porduksi (pelabuhan, Red) mencapai 5.920 ton per tahun," jelasnya. (ndi/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita