Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keracunan Massal usai Hadiri  Acara Keagamaan di Wonosari, Sembilan Warga Harus Opname di RS

Andi May • Rabu, 18 September 2024 | 01:43 WIB

 

 

 

Ilustrasi mual akibat keracunan, belasan warga Klimpit sakit diare hingga muntah-muntah, Selasa (3/4).
Ilustrasi mual akibat keracunan, belasan warga Klimpit sakit diare hingga muntah-muntah, Selasa (3/4).

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Keracunan massal terjadi di Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari. Sedikitnya 31 orang warga setempat mengalami gejala diare, muntah-muntah hingga demam. Belasan lainnya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Wonosari, kemarin (17/9). 

Keracunan massal bermula ketika salah seorang warga menggelar acara keagamaan dengan mengundang warga setempat pada Minggu (15/9) malam. Warga mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan makanan yang disediakan. 

Kapolsek Wonosari Kompol Edi Purnomo mengungkapkan, acara keagamaan mengundang sekitar 60 warga. Acara berlangsung hingga pukul 21.30 dan warga pun membawa pulang makanan serta kue-kue hidangan yang disajikan. 

"Keesokan harinya, salah seorang warga mengaku sakit perut, diare, dan demam. Rupanya gejala ini turut dirasakan warga lainnya yang menghadiri acara tersebut," ujar Edi kepada awak media Selasa (17/9). 

Baca Juga: Sertijab Kapolsek Ngombol dan Gebang, Kapolres Purworejo Minta Optimalkan Cooling System

Baca Juga: Minimal Eselon II, Pemprov DIY Siapkan Pj's, Mengantisipasi Kekosongan Kepala Daerah Petahana

Dari data yang dikumpulkan, kata Edi, ada 31 warga yang mengalami gejala keracunan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Diungkapkan, makanan yang disantap warga berasal dari katering yang dipesan tuan rumah. 

"Sampai saat ini masih dalam penyelidikan kami. Mengenai data dan keterangan korban telah kami kumpulkan," ucap perwira menengah polisi ini. 

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul terkait sampel makanan dan snack yang disajikan saat acara keagamaan itu. 

Sementara itu, Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan, sebanyak 17 orang dilarikan ke RSUD Wonosari terkait gejala keracunan massal.  "Sembilan orang menjalani rawat inap, delapan orang lainnya berobat jalan," ungkapnya. 

Warga lainnya yang ikut merasakan gejala telah mengonsumsi obat di rumah masing-masing. Ismono juga menerangkan pihaknya telah mengirim sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jogjakarta.  "Makanan berupa lalapan ayam dan kue-kue. Sampel telah kami kirimkan ke Labkesda," jelasnya. 

Baca Juga: Sukma Lintang Cahyani Kembali Sumbang Perunggu untuk Yogyakarta dari Panjat Tebing PON XXI Aceh-Sumut 2024

Baca Juga: Hadeh..!!!! Sudah Mangkrak, Sewa Lahan Jatuh Tempo, Bayar Sewa Molor! Begini Kondisi Rest Area Pandawa Maetala di Kulon Progo

Pihaknya juga bakal melakukan pengecekan ke tempat kejadian mengenai sumber air yang dipakai untuk mengolah makanan. Selain itu, Dinkes juga terus memantau kondisi kesehatan warga yang mengalami gejala keracunan. 

Selain itu, dua anak bernama Sari, 11, dan Yanti, 13, turut dilarikan ke IGD Wonosari untuk mendapatkan perawatan medis. Ayah korban Nurdiyanto mengatakan, kedua anaknya ikut hadir menyantap makanan di acara itu. 

"Awalnya saya pikir anak-anak saya hanya masuk angin. Indikasi keracunan ketika saya mengetahui warga lainnya ikut merasakan gejala yang sama," ujar Nurdiyanto. 

Kedua anaknya merasakan demam, diare, muntah-muntah dan pusing usai menyantap makanan yang disajikan. "Padahal dari kemarin sudah minum obat, namun kondisi anak saya tak kunjung sembuh, hingga saya bawa ke rumah sakit," katanya. (ndi/laz)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#acara keagamaan #RSUD Wonosari #gejala diare #gejala #wonosari #kapolsek #sakit perut #keracunan #hidangan