Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunungkidul Punya Potensi Besar, Promosikan Komoditas Lokal lewat Festival Coklat Nglanggeran 2024

Andi May • Jumat, 6 September 2024 | 02:25 WIB

 

 

 

POTENSI: Bupati Gunungkidul Sunaryanta dan Sekprov DIJ Beny Suharsono saat membuka Festival Cokelat Nglanggeran 2024 di Embung Nglanggeran, Gunungkidul, Rabu (5/9/2024).
POTENSI: Bupati Gunungkidul Sunaryanta dan Sekprov DIJ Beny Suharsono saat membuka Festival Cokelat Nglanggeran 2024 di Embung Nglanggeran, Gunungkidul, Rabu (5/9/2024).
 

GUNUNGKIDUL - Selain warisan UNESCO Gunung Api Purba, Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul juga memiliki perkebunan cokelat atau kakao yang merupakan komoditas unggulan. Untuk lebih mengunguulkan potensi itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIJ bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar festival cokelat Nglanggeran dengan tema 'Cokelat Lokal Berdaya Saing Global'.

Komoditas cokelat Kalurahan Nglanggeran telah didistribusikan ke pasar internasional. Festival diadakan 5 sampai 7 September  di area Embung Nglanggeran, Gunungkidul.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Heri Sulistyo Hermawan mengaku, kakao asal Gunungkidul salah satu yang digemari oleh konsumen global. Selain itu, memiliki multiplier effect yang luas dalam peningkatan industri dan ekonomi.

Kakao di DIY sudah dikembangkan sejak 1980 melalui berbagai program, termasuk bantuan presiden. Saat ini, luas lahan pengembangan kakao mencapai 3.316 hektare. “Dari total potensi lahan seluas 5.224 hektare," ujar Hery, kemarin (5/9/2024).

Dalam rangka mendukung pengembangan kakao, pihaknya akan merancang program pemberdayaan masyarakat melalui kelompok tani dan wanita tani. Tanaman kakao sendiri telah mencapai rata-rata 30 tahun, sehingga perlu peremajaan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Dengan begitu mengahasilkan tanaman kakao yang bermutu tinggi dengan cita rasa yang khas dan dapat bersaing baik di pasar lokal maupun internasional.

Sekprov DIY Beny Suharsono mengapresiasi upaya pengembangan cokelat lokal ini. Menurutnya cokelat bukan hanya komoditas ekonomi, tapi juga identitas Yogyakarta.  Festival ini adalah salah satu cara untuk melestarikan dan mengedukasi masyarakat tentang potensi besar yang dimiliki oleh Gunungkidul dan Yogyakarta secara umum.

Beny juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghasilkan produk coklat berkualitas tinggi. Gunungkidul telah membuktikan bahwa mereka mampu mengolah kakao menjadi cokelat yang layak bersaing di pasar global. “Cokelat khas Gunungkidul memiliki cita rasa yang tidak kalah dari luar negeri,” imbuhnya.

Dengan sinergi yang baik antara semua pihak, cokrlat lokal DIY berpotensi menjadi kebanggaan nasional yang dikenal di seluruh dunia. Festival Cokelat Nglanggeran 2024 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inovasi dan riset dalam pengembangan produk lokal.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, Gunungkidul memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Terutama dalam memanfaatkan potensi alam, seperti kawasan karst, untuk meningkatkan ekonomi. Inovasi dan transformasi mindset menjadi kunci dalam pengembangan sektor-sektor unggulan ini.

Gunungkidul yang dulunya dikenal sebagai daerah kekurangan, kini mulai menonjol sebagai kawasan dengan potensi besar, terutama di sektor pertanian dan pengolahan kakao. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Melalui pengembangan produk lokal seperti cokelat,” tandasnya. (ndi/din)

 

Editor : Din Miftahudin
#nglanggeran desa wisata terbaik #Gunungkidul #cokelat #nglanggeran gunungkidul #Ekonomi