Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bebaskan 6.860 Meter Lahan untuk Pembangunan JJLS Kelok 18 di Gunungkidul, Sebagian Pakai Lahan Tutupan Jepang 

Andi May • Jumat, 16 Agustus 2024 | 15:05 WIB

 

Proyek pembangunan JJLS Kelok 18 di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul. 
Proyek pembangunan JJLS Kelok 18 di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul. 

RADAR JOGJA - Dalam rangka menunjang pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Kelok 18 tepatnya di Jalan Kretek - Girijati, Purwonsari, Gunungkidul, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Manusia (DPUPESDM) DIY berhasil membebaskan 6.860 meter persegi lahan. 

 

Pantauan Radar Jogja di lokasi pembangunan, proyek JJLS Kelok 18 tengah beroperasi. Bentang jalan mulai terlihat meskipun belum dilakuan pengaspalan. Terlebih lagi, adanya pemandangan pantai yang akan menambah kenyamanan pengendara lalu lintas saat melalui JJLS Kelok 18. 

 

Proyek JJLS Kelok 18 itu akan memanjang sekitar 5,3 kilometer dengan status Jalan Nasional yang menghubungkan seluruh daerah di Pulau Jawa. Jalan penghubung tersebut, merupakan proyek strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. 

Baca Juga: Mengenal Mahasiswa Farmasi UGM Austin Anderson, Kaya Prestasi dan Pengalaman di Bidang Kesehatan

Baca Juga: PSS Sleman Evaluasi Jelang Melawan Persik Kediri di Stadion Manahan Solo, Pelatih Kepala Wagner Lopes Minta Pentingnya Kontrol Bola secara Sempurna

Kepala Bidang Bina Marga DPUPESDM DIY Tri Murtoposidi megatakan, pembangunan JJLS Kelok 18 diawali tahapan pembebasan lahan pada Tahun 2017 sampai dengan 2023 lalu. Dia melanjutkan, prediksi awal luas lahan yang dibebaskan sekitar 5.000 meter persegi. 

 

"Seiring berjalan waktu, ternyata luas yang dibutuhkan 6.860 meter persegi dan itu telah dibebaskan Pemda DIY di luar tanah tutupan," ujar Tri saat dikonfirmasi, Kamis (15/8). 

 

Tanah tutupan sendiri, Tri menjelaskan, merupakan lahan yang bekas benteng pertahanan Jepang pada era penjajahan. Dari catatan kalurahan setempat, lahan tersebut disebukan sebagai Istimewa satu. 

 

Dalam perkembangannya, tanah tersebut akan dikembalikan ke pihak penggarap yang merupakan warga setempat. Sampai dengan sekarang, kata Tri, proses pengurusan hak alas tanah tengah berproses di Badan Pertanahan Negara (BPN). 

 

"Tanah tutupan itu kemudian dihibahkan untuk pembangunan JJLS, sisanya dari itu dikembalikan ke warga" ucapnya. 

Baca Juga: Paduan Suara SMPN 6 Jogja Tampil di Balai Kota Jogja, Dalam Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI

Baca Juga: Status Siaga Level 3, Merapi Luncurkan 4 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur 1,9 Kilometer

Dari pemantauan DPUPESDM DIY, proyek pembangunan masih berjalan dan ditargetkan akan rampung pada Tahun 2025 mendatang. JJLS Kelok 18 sebagai jalan alternatif yang diharapkan dapat membangkitkan perekonomian di wilayah Selatan Jawa. 

 

"Untuk DIY sendiri sepanjang 116 kilometer, berada di sektor Selatan, JJLS diharapkan dapat membangkitkan ekonomi baru, khususnya Pariwisata," tuturnya. 

 

JJLS Kelok 18, kata Tri, memiliki beragam keunggulan khususnya keindahan Pantai Selatan DIY. Jalan tersebut juga dapat dijadikan objek wisata dengan dilengkapi sejumlah rest area. DPUPESDM DIY mengusulkan agar lahan yang telah dibebaskan agar segera diamankan. 

 

"Belum semua lahan yang kami bebaskan menjadi aset yang diamankan, begitupula dengan pengawasan terhadap lahan yang telah dibebaskan serta pembanguna dapat selesai tepat waktu," tandasnya. (ndi)

Editor : Heru Pratomo
#Tanah Tutupan Jepang #DPUPESDM #JJLS #Gunungkidul #DIY #pantai