Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dispar Gunungkidul Tingkatkan Performa Pelayanan Petugas TPR

Gunawan RaJa • Rabu, 12 Juni 2024 | 00:34 WIB

DITINGKATKAN - Perwakilan Petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di Gunungkidul mengikuti pelatihan pelayanan kepariwisataan pemungutan retribusi di Hotel Santika, Playen pada Selasa (11/6/2024)
DITINGKATKAN - Perwakilan Petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di Gunungkidul mengikuti pelatihan pelayanan kepariwisataan pemungutan retribusi di Hotel Santika, Playen pada Selasa (11/6/2024)

RADAR JOGJA, GUNUNGKIDUL - Petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) wisata memiliki peran penting dalam mendongkrak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Untuk kepentingan itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul membekali petugas TPR dengan mengikuti pelatihan.

Adalah pelatihan pelayanan kepariwisataan pemungutan retribusi 2024 dengan tema 'Pelayanan prima untuk efektifitas kerja' berlangsung selama tiga hari.

Dua hari pelatihan di kelas dan satu hari praktik lapangan.

Pelatihan dibuka di Hotel Santika, Playen pada Selasa (11/6/2024).

Agenda berikutnya, petugas TPR berjumlah sebanyak 40 orang melakukan praktik lapangan di wilayah Pacitan, Jawa Timur.

"Hari ini petugas TPR mendapatkan pelatihan dari para pemateri yang kompeten di bidang masing-masing," ujarnya.

Pihaknya berharap performa petugas TPR terhadap pemungutan retribusi semakin meningkat.

Tidak hanya puas pada pencapaian PAD, namun indikator-indikator mengenai pelayanan dapat tercapai secara maksimal.

"Misalnya, keluhan langsung maupun di media sosial menjadi berkurang," jelasnya.

Selain itu, penampilan petugas TPR juga masuk dalam indikator untuk mengukur tingkat kepuasan pengunjung.

Mengenai pemilihan lokasi praktik lapangan di Pacitan, Jawa Timur, pertimbangannya karena kedua kabupaten ini masuk dalam kawasan Geopark Gunungsewu dan memiliki kesamaan tipe.

"Dari Pacitan nantinya hal-hal positif dapat ditiru atau tukar informasi termasuk ingin mengetahui pengelolaan destinasi wisata," ucapnya.

Jadi, selain mengetahui pelayanan sekaligus mempelajari pengembangan pariwisata.

Sedikitnya ada empat poin penting perlu diketahui dalam pengembangan wisata yakni, adaptasi, inovasi, edukasi dan kolaborasi.

"Itu harus kita gerakkan bareng-bareng sehingga pengembangan wisata betul-betul maksimal," ungkapnya.

Berdasarkan evaluasi, jumlah sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kendala meningkatkan pelayanan di TPR.

Persoalan tersebut tidak hanya dialami dispar, namun juga organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain.

"Upaya kita adalah mengoptimalkan sumber daya yang ada agar optimal, kapasitasnya perlu ditingkatkan," bebernya.

Mengenai kendala bahasa dalam melayani wisatawan asing, dispar telah menggandeng pihak ketiga untuk mengadakan kursus bahasa Inggris bagi petugas TPR.

Kedepan akan diperluas hingga ke pengelola destinasi wisata.

"Nanti kami meminta pokdarwis untuk mengirimkan anggota supaya mengikuti kursus bahasa Inggris. Minimal bahasa Inggris," jelasnya.

Dia juga selalu mengingatkan petugas TPR pada saat melayani wisatawan mengacu pada SOP (standar operasional prosedur). Dengan begitu wisatawan ketika dilayani merasa nyaman dan berkesan.

"Kemudian petugas TPT harus menjaga transparansi, itu penting," tegasnya. (gun)

 

Editor : Bahana.
#Dispar Gunungkidul #wisata gunungkidul #TPR