Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kini Merasa Mampu 53 Warga di Gunungkidul Mundur dari Bansos PKH, Beri Kesempatan Warga Lain yang Lebih Membutuhkan

Andi May • Jumat, 22 Maret 2024 | 13:00 WIB
PATUT DIAPRESIASI: Puluhan warga mendeklarasikan pengunduran diri sebagai penerima Bansos PKH di Balai Kapanewon Patuk, Gunungkidul, (21/3).
PATUT DIAPRESIASI: Puluhan warga mendeklarasikan pengunduran diri sebagai penerima Bansos PKH di Balai Kapanewon Patuk, Gunungkidul, (21/3).


RADAR JOGJA - Ini patut diapresiasi. Sebanyak 53 warga Kapanewon Patuk menarik diri dari penerima bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) karena merasa sudah mampu. Harapannya, bansos diberikan kepada orang yang lain.


Pendeklarasian pengunduran diri itu disaksikan Bupati Sunaryanta di Balai Kapanewon Patuk, kemairn (21/3) siang. Mereka mengaku selama bertahun-tahun menerima bantuan PKH dan kini telah tercukupi.


Warga Kalurahan Semoyo Riarni mengatakan, alasan dirinya bersama keluarga mengundurkan diri karena melihat bansos belum dapat menjangkau secara keseluruhan warga-warga kurang mampu.

"Biar bantuan bisa merata, kami sudah cukup. Berikan kesempatan bagi warga lain," ujarnya kepada wartawan.
Riarni mengaku mendapatkan bansos PKH sejak tahun 2018 dengan besaran Rp 750 ribu setiap bulan sesuai dengan kebutuhan keluarganya. "Uangnya saya pakai untuk membiayai anak sekolah," tuturnya.


Panewu Patuk Imam Santoso mengatakan, warganya mengundurkan diri sebagai penerima manfaat disebabkan rasa malu pada diri sendiri, di mana masih terdapat warga lainnya yang masih sangat membutuhkan.

"Mengingat penerima manfaat sudah merasa cukup, sehingga ada baiknya dialihkan ke warga lain yang membutuhkan lagi," ujarnya.


Pihaknya akan mendata beberapa warga yang kiranya sangat perlu untuk mendapatkan bansos PKH. Imam menyebut, penerima bansos PKH di Kapanewon Patuk mencapai 2.000 orang lebih. "Pada intinya agar bantuan dapat tepat sasaran, sehingga keadilan itu betul-betul merata," katanya.


Imam mengaku tidak ada paksaan ataupun ajakan dari 53 warga yang resmi mengundurkan diri dari penerima manfaat bansos itu. Menurutnya, kesadaran masyarakat yang menjadi motivasi untuk memutuskan mundur dari penerima bantuan.


Terlebih, warga telah memahami akan manfaat yang diberikan bansos PKH untuk keluarga-keluarga yang masih membutuhkan. "Mereka membuat surat pernyataan pengunduran diri," jelasnya.


Sementara itu, Bupati Sunaryanta mengatakan warga-warga yang memutuskan mengundurkan diri sebagai penerima manfaat bansos PKH karena menyadari bahwa mereka telah mampu. "Ini bagian dari embrio dan dapat memberikan contoh bagi masyarakat di Bumi Handayani," ujarnya.


Apalagi, kata Sunaryanta, mereka telah mempunya penghasilan setiap bulannya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya masing-masing. "Bahkan dapat mencukupi kebutuhan pembiayaan sekolah putra-putrinya sendiri," katanya.


Untuk itu, Sunaryanta mengharapkan deklarasi pengunduran diri dapat ditularkan kepada warga-warga lainnya, agar bansos PKH tersalurkan kepada keluarga yang lebih membutuhkan. (cr6/laz)

Editor : Satria Pradika
#bansos pkh #Kapanewon Patuk #program keluarga harapan #Gunungkidul