RADAR JOGJA - Jembatan Kedungkandang di Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, mengalami keretakan. Material aspal dan trotoar terlihat di sebagian bangunan. Padahal, jembatan yang menghubungkan Kabupaten Gunungkidul dan Sleman itu, baru empat bulan diresmikan.
Pantauan Radar Jogja di lokasi, terdapat retakan memanjang di badan jalan dan trotoar pada jembatan yang dibangun menggunakan anggaran ratusan miliar itu. Nampak juga kerusakan pada material aspal di jembatan itu telah ditambal menggunakan semen dan pasir.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY Kwaryantini Ampeyanti Putri mengungkapkan, kerusakan terletak pada ujung jembatan baik dari jalan maupun trotoar pada sisi kiri dan kanan.
"Kerusakan disebabkan ada pergerakan tanan pada timbunan jembatan, karena hujan yang cukup tinggi," ujar
Menruutnya, kerusakan bukan pada struktur penting jembatan yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Pihaknya telah memadatkan tanah urukan untuk mengantisipasi amblasnya jembatan tersebut. "Hujan yang cukup tinggi mengakibatkan tanah urukan bergerak ke titik shuttle," jelasnya.
Mengenai kerusakan material jembatan, tidak akan mengganggu atau membahayakan keselamatan pengguna jalan. "Jalan dan jembatan kami pastikan masih berfungsi dengan baik," katanya.
Sebelumnya, kerusakan serupa pada proyek jalan Tawang - Ngalang terjadi di Jembatan Bobung - Kepil, Patuk. Material jembatan amblas akibat hujan deras yang membuat tanah timbunan mengalami pergerakan. Namun begitu, kerusakan dapat ditangani PUP ESDM DIJ dengan mengerahkan beberapa unit alat berat. (cr6/din)