GUNUNGKIDUL - Mulai awal tahun ini SMK BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) resmi hadir di Gunungkidul. Salah satu lembaga pendidikan berstatus BLUD itu adalah SMKN 2 Wonosari.
Kepala SMKN 2 Wonosari Ahmad Darmadi menjelaskan fungsi dan perbedaan SMK BLUD dengan SMK yang dikenal selama ini.
"BLUD SMK merupakan unit kerja pada satuan kerja perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah, dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama peserta didik berupa barang dan jasa tanpa mengutamakan mencari keuntungan," kata Ahmad Darmadi dihadapan para alumni yang turut merayakan HUT SMKN 2 Wonosari ke-49 Selasa (7/2/2024).
SMK berstatus BLUD diberikan fleksibilitas dalam bentuk keleluasaan pengelolaan keuangan atau barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Alarm Kesehatan! Ada 1.000 Warga Indonesia Setiap Hari Didiagnosa Kanker
Melalui BLUD SMK, diharapkan menjadi wadah simulasi industri bagi peserta didik untuk dapat mengasah kompetensi.
"Kemudian melahirkan berbagai produk-produk unggulan yang layak untuk dipasarkan di masyarakat," ujarnya.
Menurutnya ini sejalan dengan fungsi SMK yakni menciptakan generasi bangsa yang kompeten, unggul, berdaya saing tinggi, dan produktif. Dulu sekolah fokus siswa, sekarang beralih ke BLUD.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Chelsea v Aston Villa di FA Cup Ronde 4
"Maka mulai Januari 2024 SMKN 2 Wonosari open melayani kebutuhan lapisan masyarakat."
"Misalnya servis kendaraan, kulkas, pengelasan dan yang lain," ucapnya.
SMK BLUD bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam membuat produk dan jasa.
Bukan mencari keuntungan tapi meningkatkan kompetensi.
"Basisnya program keahlian (jurusan) bangunan, teknik kontruksi dan properti atau yang lain," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Kurikulum SMKN 2 Wonosari Bekti Yahrini mengatakan anak didik juga siap kerjasama dengan perusahaan untuk membuat projek bersama.
"Mengembangkan dan membuat produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat menggunakan mesin sekolah," kata Bekti.
Terpisah, guru kesiswaan SMKN 2 Wonosari Mujiyono menyampaikan sekolahnya memiliki 9 jurusan.
Baca Juga: Eks Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Mencalonkan Diri Sebagai Calon Legislatif
Otomotif, permesinan, pengelasan, listrik, elektro, desain permodelan dan informasi bangunan, teknik konstruksi dan perumahan, , desain komunikasi visual, teknik komputer dan jaringan telekomunikasi.
"Kami juga membuka ruang selebar-lebarnya kepada siswa untuk mengikuti persiapan pemagangan ke Jepang," kata Mujiono. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin