RADAR JOGJA - Pengelolaan sekolah yang nyaman menjadi hal penting dalam dunia pendidikan. Hal ini pun diterapkan oleh civitas akademika SMAN 2 Playen (Duplay) Gunungkidul. Melalui aturan kelas yang bisa dibuat sendiri oleh siswa.
Kepala Kesiswaan SMAN Duplay Imam Mushodo menjelaskan, kesepakatan kelas ini bertujuan memancing anak untuk menyampaikan hal yang diinginkan kerkait dengan aktivitas pembelajaran di dalam kelas. "Misalnya usulan dari anak bahwa selama proses pembelajaran HP (handphone) tidak boleh dinyalakan," ujarnya kemarin (29/1).
Kemudian kesepakatan lain, ketika ada siswa mengantuk selama proses pembelajaran. Boleh diizinkan keluar kelas sebentar. Peraturan bersama ini diyakini membantu peserta didik untuk tetap fokus dalam pembelajaran. "Memudahkan guru dalam menyampaikan pelajaran," jelasnya.
Agar kesepakatan bersama atau sering disebut Keyakinan Kelas dalam Kurikulum Merdeka berjalan sesuai harapan, dilanjutkan dengan pakta integritas. Kesepakatan itu ditandatangani oleh anak-anak dan wali kelas.
"Kalau ternyata ada yang lupa (melanggar, Red) tidak ada sanksi, cukup dengan saling mengingatkan," ucapnya.
Secara prinsip, aturan kelas melatih anak bertanggung jawab. Peserta didik juga diajari cara menata diri. Jika sudah terbiasa, diharapkan hidup menjadi lebih teratur. "Guru juga menjadi lebih leluasa dalam mentransfer ilmu, mudah dalam menyampaikan materi," ungkapnya. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika