GUNUNGKIDUL - Dampak buruk dari siklon tropis anggrek yang melanda Kabupaten Gunungkidul dirasakan para nelayan di Pantai Baron.
Pasalnya, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi tiga hari lamanya membuat para nelayan ketakutan untuk pergi melaut.
Salah satu Nelayan Wadiyo (50) mengaku, cuaca buruk berpotensi mengakibatkan kapal para nelayan terbalik jika nekat melaut dalam kondisi angin kencang.
"Kalau cuaca seperti ini takutnya kapal kami terbalik, jadi kami memilih untuk tidak melaut dulu," ujarnya saat ditemui di Pantai Baron, Jumat (19/1).
Ia menuturkan, selama cuaca buruk para nelayan enggan untuk melaut mengingat angin kencang yang dapat membahayakan nyawa.
"Khawatirnya kami sudah di laut, tiba-tiba terjadi angin kencang, biasanya kalau seperti itu kami cepat-cepat untuk mendarat," ucapnya.
Meskipun begitu, agar tetap produktif ketika cuaca buruk melanda, para nelayan memilih untuk mencari udang di pesisir pantai Baron.
"Kami juga mendapatkan himbauan sebelumnya dari Sat Satlinmas setempat dan BMKG terkait peringatan cuaca buruk," ungkapnya.
Nelayan pantai Baron memutuskan untuk melaut ketika cuaca sudah mulai membaik demi keselamatan nyawa para nelayan itu.
Wadiyo menuturkan sekali melaut dirinya mampu membawa ikan seberat 50 Kilogram yang kemudian di jual ke pengepul yang berada di Pantai Baron.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Pantai Baron Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, pihaknya mengimbau para nelayan untuk tidak melaut di kondisi sikon tropis anggrek.
"Dua hari ini telah terjadi hujan yang cukup lebat yang disertai angin kencang, dan nelayan aktifitas melautnya untuk libur dulu," ujar Surisdiyanto saat ditemui di kantornya.
Selain untuk nelayan, wisatawan Pantai Selatan Gunungkidul juga diimbau untuk berhati-hati karena cuaca yang tidak dapat diprediksi.
"Dan sudah ekstrem dalam beberapa hari ini," imbuhnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva