Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siang Monyet Ekor Panjang Serang Tanaman, Malam Anjing Luar Serang Ternak

Gunawan RaJa • Kamis, 7 September 2023 | 00:40 WIB
PENGAMATAN: Petugas melakukan pemeriksaan hewan ternak yang mati disalah satu wilayah kapanewon di Gunungkidul. (Dok Radar Jogja)
PENGAMATAN: Petugas melakukan pemeriksaan hewan ternak yang mati disalah satu wilayah kapanewon di Gunungkidul. (Dok Radar Jogja)

 

GUNUNGKIDUL, Radar Jogja - Musim kemarau membuat binatang liar kalap dan meresahkan petani di wilayah Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Siang hari, tanaman pertanian diserang monyet ekor panjang. Malamnya, anjing liar berkeliaran menyerang ternak warga.

Keresahan petani tersebut disampaikan Ulu-ulu Purwodadi Suroyo. Dia mengatakan, pada saat musim kemarau binatang liar bermunculan. Mereka keluar dari sarang untuk mencari makanan di pemukiman penduduk.

“Siang hari kawanan monyet ekor panjang datang, malamnya anjing liar menyerang ternak. Satu ekor anjing liar berhasil ditangkap warga,” kata Suroyo Rabu (9/6).

Dikatakan, ancaman binatang liar hampir berulang sepanjang tahun. Ternak yang selama ini dipelihara di ladang sering didatangi anjing liar. Anjing liar biasanya muncul malam hari sehingga sulit untuk dipantau.

“Sebisa mungkin petani menghalau binatang. Keberadaannya sangat meresahkan karena monyet ekor panjang menyerang lahan pertanian dan anjing liar memangsa hewan ternak,” jelasnya.

Agar serangan hewan buas mereda, warga sepakat melakukan patroli siang dan malam. Serangan hewan liar terakhir terjadi pada 14 Agustus 2023. Bulan lalu serangan binatang buas menyebabkan delapan ekor kambing mati.

“Sebenarnya ada sebelas ekor yang diserang, tapi tiga ekor kambing bisa melarikan diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Kesehatan Hewan (Kesawan) Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul Retno Widiastuti pernah melakukan survailans kasus hewan ternak mati misterius.

"Hasil pengamatan awal, ada bekas gigitan hewan liar pada ternak mati,” kata Retno.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi membenarkan keluhan warga terkait jera ekor panjang. BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) tidak menganjurkan cara represif sehingga yang bisa dilakukan jangka pendek, sekedar menghalau.

"Jangka menengah sudah dilakukan dengan penangkapan mendatangkan suku baduy. Kemudian jangka panjang disiapkan program penanaman buah di beberapa lokasi," kata Rismiyadi. (gun)

 

Editor : Amin Surachmad
#radar jogja #kera ekor panjang #kabupaten gunungkidul #Binatang Liar