RADAR JOGJA - Rumah warga yang tinggal di atas bukit Padukuhan Suru, Kampung, Ngawen bakal direlokasi. Kepastian ini muncul setelah Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul survei ke lokasi.
Lurah Kampung Suparna mengatakan, survei dilakukan bersama dengan Kasi Perumahan Swadaya DPUPRKP Kabupaten Gunungkidul Fatur di atas bukit RT 4 Padukuhan Suru. "Bertemu dengan semua pemilik rumah," kata Suparna kemarin (4/9).
Hasil survei, rumah tersebut layak untuk direlokasi. Gambaran awal akan disiapkan dana masing-masing Rp 50 juta. Pihaknya berharap realiasasi dapat dilakukan secepatnya, minimal awal 2024.
"Skala prioritas sekali adalah Pak Tupan karena sudah siap. Sebenarnya semua siap tapi paling siap Pak Tupan, baik lahan maupun swadayanya," jelasnya.
Dia berharap, minimal pada APBD Perubahan ada satu rumah direlokasi. Sisanya tahun depan. Pertimbannya, rawan longsor, dan secara geografis sangat sulit digunakan untuk beraktifitas dan traumatis karena orang tuanya hilang belum ditemukan hingga sekarang.
"Belum lagi monyet ekor panjang, kalau sekali turun sampai 40 ekor. Hilangnya orang tua juga menyimpan kisah mistis dan mengundang ketakutan," ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala DPUPRKP Kabupaten Gunungkidul Irawan Jatmiko mengatakan, kondisi dua KK yang bermukim di atas bukit wilayah Suru, Kampung, Ngawen menjadi atensi pemerintah daerah.
" Kita usahakan minimal satu rumah di perubahan APBD 2023, yang lain di awal 2024," kata Irawan. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika