GUNUNGKIDUL - Kalurahan zona rawan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul mulai bisa bernapas lega. Adanya program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pansimas) , warga dapat memanfaatkan air nonstop 24 jam
Tiga kalurahan itu masing-masing Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen; Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin; dan Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari.
Di Kalurahan Kampung, program pansismas berhasil dinikmati seratus persen warga. Ada total 1.929 sambungan rumah (SR). Di Kalurahan Tegalrejo, bantuan Pamsimas dan 165 SR dapat dirasakan oleh masyarakat di dua Padukuhan Ketelo dan Gupit.
Kemudian, di Kalurahan Bendung, program pamsimas mengubah kebiasaan warga dari semula mengambil air dari satu kilometer kini hanya cukup memutar kran. Total bantuan SR ada 165 kini dapat dimanfaatkan warga di wilayah tersebut.
"Kini air bersih dapat dinikmati masyarakat 24 jam," kata Lurah Bendung, Kapanewon Semin Didik Rubiyanto saat serah terima dan peresmian program pansimas di wilayahnya Kamis (24/8).
Dikatakan, selain untuk kebutuhan konsumsi warga juga memanfaatkan pamsimas pada sektor pertanian. Masyarakat petani mengoptimalkan air untuk mengalir lahan pertanian bawang merah seluas 4 hektar di area sekitar bak.
Baca Juga: Gebyar Gunungkidul 2023 Pawai Budaya hingga Drumband Taruna Akademi Angkatan Udara
Sementara itu, Perwakilan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah, Indra Karta Sasmita mengatakan, total anggaran pembangunan Pamsimas untuk 6 kalurahan mencapai Rp 2,4 miliar. Tahap pertama diresmikan 3 wilayah dan tahap kedua 3 wilayah.
“Masing-masing Pamsimas dianggarkan Rp 400 juta,” kata Indra Karta Sasmita.
Dikatakan, tahun depan pembangunan Pamsimas akan kembali dilanjutkan. Sejumlah wilayah sudah masuk dalam daftar dan akan menunggu proses verifikasi.
“Saya harapkan dijaga, dirawat, pelihara sehingga bermanfaat lebih lama dan berkelanjutan,” ujarnya.
Terpisah, Bupati Gunungkidul Sunaryanta berharap masyarakat penerima manfaat dapat semaksimal mungkin menggunakan bantuan tersebut. Selain itu pengelola diminta membuat manajemen dengan baik.
“Nantinya saat ini (pamsimas) beroprasi akan ada perputaran uang di sini. Sehingga manajemen harus benar untuk menghindari perselisihan,” kata Sunaryanta.
Menurutnya, kondisi geografis Gunungkidul membuat pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengintervensi masalah air bersih. Namun dia meyakini sinergitas antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat permasalahan air bersih di Gunungkidul dapat teratasi.
“Karena ini berbasis masyarakat saya minta dikelola oleh pemerintah, dimanfaatkan oleh masyarakat dan diawasi oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. (gun)
Editor : Amin Surachmad