
SLEMAN - Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman menghimpun anggaran dari masyarakat lewat program Bulan Dana. Prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan terus diupayakan dalam rangka menjaga kepercayaan para donatur. Salah satunya dengan mengundang auditor independen.
Ketua PMI Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan, hasil audit pengelolaan keuangan mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian.
Hal itu diperoleh atas manajemen keuangan maupun aset yang dimiliki. Predikat ini didapat sebelas kali berturut-turut dan belum pernah sekalipun tidak lolos.
Dengan hasil ini membuktikan bahwa kinerja keuangan yang dikelola telah sesuai dengan standar akuntasi keuangan Indonesia.
"Sebagai lembaga sosial kemanusiaan kami meminta dilakukan audit agar akuntabilitas anggaran bisa dipotret dan disampaikan pada masyarakat," katanya, Kamis (2/7/2026).
Dia sebut predikat ini menunjukkan PMI Sleman bisa menjaga amanah dari masyarakat yang bertindak sebagai donatur. Pada praktiknya dana ini juga sangat membantu dalam operasional PMI Sleman.
Di antaranya mendukung posko 24 jam, menunjang pendidikan dan pelatihan para relawan, pendidikan dasar bagi palang merah remaja, penyelenggaraan latihan gabungan dalam penanggulangan bencana, termasuk peningkatan sumber daya manusia di 17 kapanewon.
"Kami akan terus meningkatkan tata kelola keuangan agar tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Mafilindati menerangkan, PMI Sleman tidak hanya fokus pada pengelolaan unit penghasil darah. Namun, juga berkomitmen dalam pengembangan unit penghasil pendapatan secara mandiri.
Baik itu lewat Klinik Pratama, pemberian pendidikan dan pelatihan, dan Posko 24 jam.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




