Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wisatawan Konvoi Bawa Pentungan dan Mihol

Editor Content • Senin, 13 Desember 2021 | 17:31 WIB
DIPANTAU: Rombongan konvoi kendaraan roda dua sempat terjaring razia saat menuju objek wisata pantai selatan (11/12). Dari tangan mereka ditemukan miras dan pentungan.(Polres Gunungkidul for Radar Jogja)
DIPANTAU: Rombongan konvoi kendaraan roda dua sempat terjaring razia saat menuju objek wisata pantai selatan (11/12). Dari tangan mereka ditemukan miras dan pentungan.(Polres Gunungkidul for Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Untuk kesekian kali polisi menghadang konvoi wisatawan di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Dalam razia itu petugas menyita pentungan hingga minuman beralkohol (mihol). Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, mereka dipersilakan melanjutkan perjalanan.

Pawai wisatawan didominasi remaja menggunakan roda dua terjadi pada akhir pekan lalu. Ratusan kendaraan yang hendak masuk ke kawasan wisata, dicegat polisi. Satu persatu digiring menepi dari badan jalan lantas diperiksa. Mulai kelengkapan surat kendaraan, identitas hingga barang bawaan.

Kapolsek Tanjungsari Iptu Wawan Anggoro mengatakan, gerak cepat petugas menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan konvoi wisatawan. Warga gerah lantaran konvoi memenuhi badan jalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kemudian petugas diterjunkan ke kawasan pintu masuk TPR JJLS Baron. “Jumlah rombongan yang kami razia cukup besar, mencapai 160 roda dua dengan 311 orang,” kata Wawan saat dihubungi Minggu (12/12).

Diketahui, rombongan ini berasal dari salah satu pelajar di sekolah negeri di Jogjakarta. Setelah digeledah, ditemukan sejumlah botol berisi mihol, di antaranya dua botol Vodka, satu botol Anggur Hitam, dan satu botol besar berisi mihol jenis ciu. Selain mihol, petugas juga mengamankan 10 tongkat bambu dan satu tongkat besi. “Langsung dibina di tempat,” ujarnya.

Mereka dikumpulkan dan diberikan imbauan agar menjaga ketertiban selama berwisata di kawasan Gunungkidul. Selain itu, juga dihukum push up. Petugas juga mewanti-wanti agar jangan sampai melakukan hal yang merugikan masyarakat maupun mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya.
“Setelah diberikan pembinaan dan bersedia menaati peraturan, mereka dipersilakan melanjutkan perjalanan. Kami pantau dari belakang,” tandas Wawan.

Kapolsek menegaskan, demi menjaga kemanan dan kenyaman petugas terus melaksanakan kegiatan patroli. Menggelar razia kepada rombongan wisatawan yang berpotensi menimbulkan keributan maupun kericuhan, khususnya di kawasan wisata maupun jalur wisata. “Kami juga berkoordinasi dengan polsek lain yang biasanya menjadi jalur masuk wisatawan,” ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah remaja juga berulah saat hendak berwisata ke sejumlah pantai di Kabupaten Gunungkidul. Mereka melakukan aksi teror kepada pengguna jalan JJLS, tepatnya di ruas Kalurahan Jetis, Saptosari. Mereka mengintimidasi pengguna jalan lain dengan cara memenuhi seluruh badan jalan.

Tidak hanya itu, puluhan remaja yang saling berboncengan juga melakukan aksi standing dengan mengangkat roda depan. Sementara yang lain memainkan tuas gas, sehingga menimbulkan suara knalpot yang memekakkan telinga.

Peristiwa itu menyebabkan beberapa pengendara motor mengalami kecelakaan lalu lintas. Beruntung aksi brutal itu berhasil diredam polisi yang tengah patroli. Jika tidak, para pelaku akan jadi korban aksi massa. “Di antaranya kami amankan dan dilakukan pembinaan karena masih di bawah umur,” kata Kapolsek Saptosari AKP Awal Mursiyanto. (gun/laz) Editor : Editor Content
#JJLS #Gunungkidul