JOGJA - Data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan di Yogyakarta penabung di bawah Rp100 juta mengalami penurunan dua persen dan di atas Rp5 miliar mengalami kenaikan tiga persen. Sedangkan pertumbuhan kredit cenderung rendah sekitar 6,14 persen dengan tingkat Loan to Deposit Ratio hanya sekitar 65 persen.
"Jogja ini kota edukasi, literasi keuangannya tinggi tapi transaksinya rendah," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam jumpa pers Jogja Financial Festival 2026 dan Jogja Run D-City di GIK UGM, Jumat (24/4).
Hal itulah, kata Anggito, yang menjadi salah satu alasan LPS bersama Transmedia menggelar Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC) 22-24 Mei 2026 mendatang.
Selain mendukung literasi keuangan, partipasi LPS dalam Jogja Financial Festival 2026 ini juga untuk mendukung perekonomian dan pendidikan di Jogja.
“Secara tidak langung kegiatan ini dapat membantu menggerakan roda perekomian, antara lain dari kehadiran para UMKM serta banyaknya kunjungan dari luar kota ke Jogja," ungkapnya.
LPS, lanjut Anggito, bersama Bank Indonesia, OJK dan Kementerian Keuangan, yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memiliki tanggung jawab melakukan literasi serta inklusi keuangan ke masyarakat.
"Masih ada lebih dari 15 juta penduduk Indonesia usia produktif yang belum memiliki rekening simpanan di bank dan hal ini yang perlu kita berikan literasinya. LPS mendukung program bahwa setiap warga Indonesia memiliki rekening pribadi,” kata Anggito.
Baca Juga: Gempa Megathrust Berpotensi di Wilayah DIY, Warga Kulon Progo Dihantui Rasa Takut
Tak hanya itu, dalam investasi pun menjadi perhatian. Data sementara untuk investor di pasar modal di DIY saja, ada 300 ribuan investor pasar modal, yang 30 persennya adalah anak muda.
"Kami ajak semua bank Himbara, bank syariah, BPD, bank digital hingga fintech dan kripto untuk menjelaskan manfaat dan resiko investasi," ungkapnya.
Pemimpin Redaksi CNBC Indonesia, Wahyu Daniel yang mewakili Transmedia Group menyampaikan, beberapa narasumber dijadwalkan hadir antara lain, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X serta tokoh-tokoh inspiratif seperti pengusaha sukses, pemilik dan founder CT Corp, Chairul Tanjung dan artis papan atas tanah air, Raffi Ahmad.
Tokoh-tokoh sektor keuangan dan sosok inspiratif dalam negeri ini akan memberikan edukasi dan kisah inspiratif, yang pastinya akan berguna bagi para peserta yang hadir. "Pada acara ini nanti, kelas-kelas edukasi keuangan akan digelar secara eksklusif, sehingga para peserta bisa mendapatkan ilmu-ilmu keuangan dan tips investasi yang bisa menjadi pilihan ke depan," ungkapnya.
Pada hari terakhir, Minggu 24 Mei 2026 akan diselenggarakan acara Jogja Run D-City. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang olahraga rekreatif yang mengedepankan gaya hidup sehat sekaligus memperkuat semangat literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
"Semua hasil pendaftaran Jogja Run D-City akan kami kembalikan semuanya ke mahasiswa dalam bentuk beasiswa," kata CEO CT Corp Chaerul Tanjung.
Baca Juga: PSS Sleman Hadapi Dua Laga Krusial untuk Promosi ke Super League, Ansyari: Sapu Bersih!
Tak kalah menarik, acara ini juga akan diisi dengan gelaran komedi dari Lapor Pak, dan stand up comedy Kiky Saputri. Tiap harinya akan ada music performance dari artis papan atas seperti Ari Lasso, Happy Asmara hingga Juicy Lucy.
Jogja Financial Festival 2026, lanjut Chaerul Tanjung, dikonsep menggabungkan edukasi dan hiburan. Hal itu karena melihat mayoritas peserta yang merupakan Gen-Z supoaya tidak cepat bosan.
"Tujuannya untuk memberikan informasi, edukasi agar pemahaman masyarakat pada masalah keuangan terkait individunya, usaha hingga tata cara mengelola keuangan bisa diketahui secara luas," paparnya.
Editor : Heru Pratomo