JOGJA - Upaya membantu korban banjir bandang di Sumatera tengah dilakukan berbagai pihak. Termasuk di Kota Jogja, melalui kegiatan Malioboro Charity for Sumatera yang diselenggarakan pada Rabu (10/12).
Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer itu mengundang banyak perhatian wisatawan untuk memberi donasi. Salah satunya Salsabila, wisatawan asal Bandung ini mengaku takjub dengan kekompakan para pelaku seni untuk menggalang bantuan.
Baca Juga: Kades Somokaton, Magelang Bantah Ikut Demo di Jakarta, Sebut Video Viral Adalah Rekaman Lama
Aksi penggalangan dana yang dikemas dengan atraksi seni budaya itu menurutnya merupakan kegiatan yang unik. Sebab selain menghibur wisatawan yang tengah berjalan kaki di Malioboro, juga menggugah kepedulian untuk membantu sesama. “Jujur saya terharu. Jarang sekali saya melihat kota yang warganya kompak seperti ini,” ujar Salsabila.
Malioboro Charity for Sumatera merupakan aksi penggalangan dana yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan Kota Jogja. Kegiatan tersebut dikemas dengan berbagai atraksi seni. Seperti tari angguk, penampilan musik, flashmob, pembacaan puisi, serta doa bersama.
Selain itu juga digelar makan bersama sayur bobor dan sambal jenggot yang dibagikan secara gratis kepada wisatawan di kawasan titik nol kilometer.
Baca Juga: Kapan M. Fahri Kembali ke Sleman Tergantung Akses Jalan Darat di Aceh
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti menjelaskan, penggalangan dana dilakukan dengan menyebar barcode QRIS di sepanjang Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Donasi yang diberikan wisatawan atau masyarakat langsung masuk ke rekening Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja.
Yetti menilai, lewat Malioboro Charity for Sumatera pihaknya ingin menegaskan bahwa aksi kebudayaan mampu menggerakkan solidaritas. Terkhusus untuk membantu sesama yang tengah menghadapi musibah.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi berbagai wilayah di Indonesia untuk memperkuat persaudaraan lintas daerah melalui seni, budaya, dan nilai luhur kemanusiaan,” katanya.
Baca Juga: FISIP UAJY Gelar Syukuran Akreditasi Unggul Tiga Program Studi
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengungkapkan, kalangan aparatur sipil negara (ASN) di pemerintah kota juga diajak untuk menggalang donasi. Pada pekan ini diketahui donasi yang terkumpul sudah mencapai Rp 250 juta. Bahkan terus bertambah karena penggalangan donasi masih terus berlangsung.
Hasto menyatakan, donasi yang terkumpul dari ASN pemkot Jogja akan langsung diberikan kepada korban banjir di Padang, Sumatera Barat. Maksimal pada akhir pekan mendatang. “Mungkin dua hari lagi atau paling telat ya tiga hari, untuk hari keempat kami berangkat untuk menyerahkan bantuan,’’ jelas Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo