Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dulu Mati Suri, Kini Bangkit Lagi: Festival Loakarta Dongkrak Ribuan Pengunjung Pasar Pakuncen, Jumlah Kunjungan dan Omzet Pedagang Naik 10 Kali Lipat

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:12 WIB
Suasana pengunjung event Loakarta di Pasar Klithikan Pakuncen Jogja di hari terakhir, Rabu (22/10/2025).
Suasana pengunjung event Loakarta di Pasar Klithikan Pakuncen Jogja di hari terakhir, Rabu (22/10/2025).

JOGJA - Bertahun-tahun Pasar Pakuncen yang terkenal dengan tempat barang bekas, antik dan berbagai macam baju itu surut gaungnya, bahkan hampir mati.

Selama lebih dari 10 tahun pasar ini seperti peribahasa hidup segan matipun tak mau. Padahal, pasar ini sangat jaya dan terkenal sekitar 2011-2013.

Pun, tak sedikit pedagang pasar yang menjerit. Karena pendapatan mereka turun drastis, bahkan kadang jualan mereka tak terbeli.

Seperti yang diceritakan oleh Pedagang Makanan Pasar Pakuncen, Bu Mumun. Pendapatan selama 10 tahun terakhir turun drastis.

"Hari biasa itu pendapatan maksimal Rp 300 ribu, itu pun kalau lagi ramai, kalau sepi ya blass (sangat sedikit)," ujarnya saat ditemui di lapaknya, Rabu (22/10/2025).

Mumun termasuk pedagang yang pertama kali menempati Pasar Pakuncen. Ia dan suaminya dulu penjual asongan di Jalan Mangkubumi, kemudian di relokasi oleh Pemkot Jogja sekitar 2007.

"Dulu saya jualan baju saat awal-awal di sini, tapi karena sangat sepi, lalu banting stir jualan makanan dan minuman," jelasnya.

Namun, seiring bergantinya tahun semakin sepi bahkan kondisinya mengenaskan.

"Alhamdulilah pengunjung yang biasanya kurang dari 50, ini bisa tembus ribuan per hari. Total selama lima hari sekitar 30 ribu (pengunjung)," ujarnya.

Sebelum membidik program, ia memulai dengan riset kecil terkait kondisi pasar beserta ekosistemnya.

Ada sekitar 710 kios yang tersedia, tapi hanya setengahnya yang terpakai. Itu pun tidak aktif dan hanya untuk menyimpan barang dagangan. "Yang aktif berdagang sekitar 70 kios," ucapnya.

Banyak program dilaksanakan selama lima hari penyelenggaraan. Ia juga mengundang sekitar 150 pedagang barang antik dan loak untuk membuka lapaknya dalam gelaran tersebut.

"Hari pertama, kemarin, pengunjungnya membludak. Ada sekitar 7 ribu pengunjung dalam sehari," jelasnya.

Melihat potensi emas tersebut, ia tergugah untuk menciptakan era baru Pasar Pakuncen sebagai destinasi pasar unik dengan identitas yang lebih menarik.

Ke depan, kerja sama brand juga memungkinkan untuk dilakukan agar pasar semakin hidup.

"Merespons pasar yang sedang ekosistemnya hancur, mengembakikan kejayaan dengan format baru. Ada potensi menjadi pusat kegiatan kreatif, solusi untuk wisata alternatif lokal dan tongkrongan anak muda," terangnya.

Menurutnya masih terdapat beberapa kendala yakni sarpas yang kurang mendukung dan fasilitas umum yang perlu diperbarui karena mangkrak.

Pemerintah, lanjutnya, juga perlu memperhatikan pembangunan fasilitas baru yang memungkinkan anak muda untuk kembali berkarya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#mati suri #Festival Loakarta #pasar pakuncen #bangkit