Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pameran Temporer Hamong Nagari 2025 Resmi Ditutup

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 24 Agustus 2025 | 23:24 WIB

 

Photo
Photo
 JOGJA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali merayakan Kemerdekaan Indonesia dengan serangkaian persembahan dari Yogyakarta Royal Orchestra (YRO).

Konser Kamardikan 2025 menjadi perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus penanda akhir pameran temporer Hamong Nagari yang digelar Keraton Yogyakarta.

Digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB di Monumen Yogya Kembali (Monjali Yogyakarta), acara ini digelar secara terbuka untuk umum dan gratis dengan reservasi yang sudah dibuka pada awal Agustus 2025 lalu.

Selain dapat disaksikan langsung di Monjali, masyarakat juga dapat menyaksikan siaran langsung daring melalui kanal YouTube Kraton Jogja.

Konser Kamardikan 2025 ini menghadirkan 12 lagu bertema perjuangan, persatuan, dan kebangsaan dengan dipimpin RW. Widyogunomardowo selaku kondakter (pengaba).

Pada konser kali ini, Yogyakarta Royal Orchestra kembali berkolaborasi dengan Yogyakarta Royal Choir pada beberapa nomor lagu, dan cokekan serta sinden dari Kawedanan Kridhamardawa untuk beberapa nomor lagu tembang jawa seperti lagu Kuwi Apa Kuwi dan Ketawang Ibu Pretiwi.

Rachel Nadia Abiela sebagai solois piano juga akan berkolaborasi dengan YRO pada nomor lagu Melati Di Tapal Batas dan Indonesia Tetap Merdeka. Solois vokal Brian Prasetyoadi dan Win Yovina Thopandi pun juga akan kembali meramaikan Konser Kamardikan 2025.

Konser Kamardikan 2025 ini juga menjadi penanda perakhirnya pameran temporer Hamong Nagari yang digelar Kawedanan Hageng Punakawan Nitya Budaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) saat tampil di Monjali, Sabtu (23/8) malam.
Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) saat tampil di Monjali, Sabtu (23/8) malam.

Penutupan pameran yang telah berlangsung selama enam bulan ini juga menjadi momentum peluncuran resmi situs pariwisata Keraton Yogyakarta.

Dengan tema "Hamong Nagari" yang mengangkat peran aparatur Nagari Yogyakarta, pameran ini berhasil menarik lebih dari 220.000 pengunjung.

Pameran ini menampilkan berbagai koleksi bersejarah yang merefleksikan tanggung jawab dan dedikasi para abdi dalem Keraton dalam melayani masyarakat.

Di sisi lain, terdapat 14 program publik yang diikuti lebih dari 400 peserta, baik dari Yogyakarta maupun luar Yogyakarta.

Aktivasi program tersebut menjadi sarana komunikasi publik sebagai bentuk pendalaman konteks pameran sekaligus sebagai bentuk wisata sejarah minat khusus.

"Pada kesempatan ini, secara khusus Kawedanan Radya Kartiyasa meluncurkan laman tourism.kratonjogja.id sebagai laman resmi pariwisata keraton," ucap Penghageng Nitya Budaya Keraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, saat penutupan di Monumen Jogja Kembali (Monjali) Sabtu (23/8) malam.

Berbagai informasi pariwisata, kegiatan wisata, hingga diskusi-diskusi wisata minat khusus nantinya akan diunggah melalui laman tersebut.

Dengan demikian masyarakat lebih mudah mengakses informasi pariwisata secara komprehensif melalui satu laman tersebut.

"Pada akhirnya, penutupan pameran Hamongnagari ini sekaligus menjadi momen peluncuran laman resmi tourism.kratonjogja.id.," tambah GKR Bendara.

GKR Bendara menjelaskan, bagi Keraton Yogyakarta, setiap pengembangan budaya yang dikawinkan dengan teknologi merupakan cara untuk tetap melestarikannya.

Sementara bagi masyarakat, inovasi yang dilakukan keraton diharapkan dapat mempermudah akses informasi, sekaligus menjadi sumber rujukan yang valid dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

"Terima kasih atas segala pihak yang selalu mendukung proses penyelenggaraan pameran, serta pihak-pihak yang membersamai dalam berbagai kegiatan Keraton Yogyakarta," tandasnya. (ayu).

Editor : Bahana.
#Keraton Yogyakarta