Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seribu Pelari Nikmati Biosfer Menoreh, Ikut Kampanyekan Cagar Biosfer Wujud Pariwisata Hijau

Jihan Aron Vahera • Minggu, 13 Oktober 2024 | 19:04 WIB

Suasana event BiosfeRun 2024, seribu pelari diajak menjadi duta pariwisata hijau dalam kemasan sport tourism event di perbukitan Menoreh, Minggu (13/10).
Suasana event BiosfeRun 2024, seribu pelari diajak menjadi duta pariwisata hijau dalam kemasan sport tourism event di perbukitan Menoreh, Minggu (13/10).
PURWOREJO, RADAR JOGJA - Seribu pelari menikmati biosfer menoreh pada event BiosfeRun 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) pada Minggu (13/10).

Para pelari itu melintasi track di tiga kabupaten yaitu Purworejo - Magelang - Kulon Progo.

Event trail run kali ini merupakan event yang ketiga. Kali ini pelari berasal dari 32 negara, seperti Afghanistan, Australia, Bulgaria, India, Rusia, Swiss, Taiwan, Uganda, dan Zimbabwe.

Selain itu, juga pelari dari penjuru Indonesia mulai dari Aceh, Banten, Jakarta, DIJ, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Adapun kategorinya yaitu lari 5K, 10K, dan 21K.

Salah satu pelari asal Semarang yaitu Ria Beliana, 41. Dia lari di kategori 5K dan mampu menempuhnya selama 57 menit dari target 2 jam finish.

"Track-nya oke, sangat menantang. Yang paling seru lewat tebing, hampir vertikal, kemiringannya sekitar 70 derajat, saya pakai tali," ungkapnya.

Menurutnya, pemandangan dari track yang disuguhkan sangat bagus. "Petunjuk arahnya juga sangat jelas, meski di hutan dan sendiri tidak bakal nyasar. Susana juga adem enak buat lari," tambah dia.

Pelari lain, Bambang santoso, 62, asal Kabupaten Karanganyar. Dia ikut di kategori 10K dan berhasil dia taklukkan selama 2 jam.

Dia mengaku sudah sering mengikuti event serupa dengan alasan untuk menikmati bumi nusantara.

"Senang trail run, karena memang suka menikmati keindahan alam yang masih alami. Dibanding road running lebih suka trail running," sebut dia.

Meski sudah berusia paruh baya, fisiknya masih sangat fit dan semangatnya luar biasa. "Yang penting makan dan minum yang sehat, tidak merokok, sering istirahat yang cukup. Apalagi sebelum event, fisik harus dijaga," ucapnya.

Terpisah, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur Agustin Peranginangin menyampaikan, event tersebut dilaksanakan untuk mendukung keberadaan Cagar Biosfer Merapi - Merbabu - Menoreh yang telah diresmikan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO sejak 28 Oktober 2020 lalu.

"Event ini untuk mempromosikan pariwisata hijau di perbukitan Menoreh dalam kemasan event sport tourism," sambungnya.

Dikatakan, para pelari yang mengikuti event tersebut akan akan menjadi duta pariwisata hijau. Bukan, hanya pada saat mengikuti event, tetapi pada saat post-event.

"Kami berharap, mereka dapat terus menyiarkan dan kembali ke perbukitan Menoreh sebagai destinasi pariwisata olahraga di kawasan cagar biosfer ini," harap Angin.

Dia juga berharap, para pelari dapat mengkampanyekan cagar biosfer sebagai bentuk nyata dari pariwisata hijau yang berkelanjutan.

"BiosfeRun ini diharapkan dapat menjadi perayaan dari seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha untuk mau ikut peduli dalam urusan konservasi sebagai core value kawasan destinasi," lanjutnya.

Pada agenda BiosfeRun 2024 itu juga menghadirkan booth UMKM dari desa-desa yang terdapat di kawasan pelaksanaan trail run ini.

Seperti, Desa Wisata Pagerharjo (Kabupaten Kulon Progo), Desa Wisata Ngargoretno (Kabupaten Magelang), serta Desa Wisata Pandanrejo, Pokdarwis Dewi Ayu, Desa Wisata Benowo (Kabupaten Purworejo). (han)

Editor : Bahana.
#BOB #menoreh #pelari #jawa tengah #Purworejo