PURWOREJO, RADAR JOGJA - Badan Otorita Borobudur (BOB) kembali gelar forest run di Glamping De Loano, Desa Sedayu, Kecamatan Loano yang kedua kalinya pada Sabtu (9/9). Sebanyak 450 pelari berhasil taklukkan tantangan rute trail dengan pemandangan alam indah di BOB Forest Run 2023.
Adapun kategori jarak dalam event tersebut yaitu 7 kilometer (km) sebanyak 206 orang dan 10 km sebanyak 244 pelari. Pelari berasal dari 13 negara dan enam provinsi di Indonesia. Selain dari Indonesia, pelari berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Timor Leste, Belarus, Bulgaria, Colombia, Yaman, Belanda, Perancis, Inggris, Kanda, Amerika, Jepang, hingga Malaysia.
Peserta BOB Forest Run 2023 Leo dari Jerman dan Esme dari Kanada mengaku baru pertama kali berlari dengan lintasan alam. Menurutnua, trek di Glamping De Loano sangat menarik ditambah dengan pemandangan yang indah.
"Event ini luar biasa dan semua sangat welcome dan frendly. Sebelumnya saya juga pernah mengikuti event serupa di Kanada tetapi belum pernah di lintasan alam. Ini pengalaman baru untuk saya," kata Esme Sabtu (9/9).
Sementara, Direktur Utama BOB Agustin Peranginangin menyebut, kegiatan tersebut merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya diadakan pada 2022 di lokasi yang sama. "Tujuannya yaitu untuk mempromosikan bahwa di sini akan dikembangkan menjadi destinasi wisata yang terpadu yaitu atraksi dan amenitas. Selain itu, mempromosikan kawasan perbukitan Menoreh mengingat di sini sudah terbentuk desa wisata dan destinasi atraksi dan amenitas," ujarnya.
Pihaknya berkomitmen, event tersebut akan menjadi kegiatan tahunan. Selain itu, akan disesuaikan pada momen Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan bulan pariwisata dunia di September. Dia berharap, itu dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar karena juga melibatkan UMKM di sekitar Glamping De Loano.
Angin menyebut, lintasan lari di Glamping De Loano sangat menarik dan belum tentu ada di wilayah lain. Para pelari berlari melintasi alam melewati kawasan hutan pinus, wisata air terjun, dan beberapa desa di sekitar wilayah Borobudur Highland. Seperti, Desa Benowo, Desa Sedayu, serta Desa Pagerharjo dan Desa Nglinggo (Kulonprogo).
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hariyanto menambahkan, kegiatan BOB Forest Run 2023 tersebut untuk memastikan peran dari BOB sebagai institusi pusat yaitu Kemenparekraf melalui Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur agar Borobudur Highland bisa lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara maupun nusantara.
"Ini bertepatan dengan Haornas 2023, semoga tahun depan partisipasi peserta lebih banyak. Mudah-mudahan dua kali lipat seiring dengan pembangunan infrastrukturnya," harap dia.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo Stephanus Aan Isa Nugraha sangat mengapresiasi atas terselenggaranya event tersebut dan berharap akan menjadi event tahunan. "Karena ini sangat bermanfaat bagi perekonomian kawasan Borobudur Highland khususnya di Desa Sedayu sebagai salah satu desa penyangga," ungka dia.
Ditambahkan, dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo untuk kawasan otoritatif Borobudur yaitu dengan menyiapkan desa-desa wisata. Kemudian, beberapa infrastruktur dibantu seperti jalan tembus menuju Glamping De Loano dari Desa Sedayu melalui TMMD, dan sebagainya. "Saya rasa ini akan menjadi salah satu program keterpaduan ke depannya untuk megambangankan kawasan bersama," tandas Aan. (han)
Editor : Bahana.