RADAR JOGJA - Artis Onadio Leonardo mengungkapkan bahwa dirinya mengalami Peter Pan Syndrome atau Sindrom Peter Pan.
Pengakuan tersebut disampaikannya saat menjadi bintang tamu dalam podcast yang dibawakan Deddy Corbuzier.
Onad mengaku baru mengetahui kondisi tersebut ketika menjalani proses rehabilitasi terkait kasus narkoba yang sempat menjeratnya.
“Jadi gua tiap hari sama psikolog, akhirnya gua di idap terkena Peter Pan Syndrome,” ucap Onad dalam podcast tersebut.
Peter Pan Syndrome merupakan kondisi yang merujuk pada penolakan individu yang telah memasuki usia dewasa untuk bertransisi menuju kedewasaan secara emosional maupun psikologis.
Istilah ini diambil dari tokoh fiksi “Peter Pan”, yang digambarkan sebagai sosok yang tidak pernah tumbuh dewasa dan memilih menjalani kehidupan layaknya anak-anak di negeri dongeng, Neverland.
Hal tersebut sejalan dengan pengakuan Onad dalam podcast tersebut, di mana ia menjelaskan bahwa Peter Pan Syndrome membuat dirinya merasa terjebak pada usia yang ia anggap sebagai “golden age” serta menunjukkan adanya penolakan terhadap proses penuaan.
“Iya, lu itu pernah mengalami masa emas di umur 19–20 tahun. Terus lu ancur-ancuran dan nggak bisa move on. Jadi, di umur 35 tahun, tapi mental lu masih di umur 19 tahun dalam menghadapi apapun,” lanjut Onad dalam podcast tersebut.
Melansir pada NP Istanbul Brain Hospital, Peter Pan Syndrome ini memiliki beberapa gejala seperti kecenderungan untuk menghindari tanggung jawab sebagai orang dewasa dari berbagai aspek, sulit untuk menjalani kehidupan mandiri, dan berperilaku tidak sesuai usia atau kekanak-kanakan karena menolak adanya proses penuaan tersebut.
Peter Pan Syndrome dapat menimbulkan berbagai dampak dalam kehidupan penderitanya.
Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan atau mencapai kesuksesan karier akibat kurangnya motivasi dan komitmen.
Hubungan interpersonal juga kerap terganggu karena ketidakmampuan untuk berkomitmen serta mengambil tanggung jawab dalam relasi.
Selain itu, ketergantungan pada orang lain untuk dukungan finansial berpotensi memicu masalah keuangan jangka panjang, baik bagi individu yang bersangkutan maupun pihak yang mendukungnya.
Ketidakmampuan menghadapi realitas hidup juga dapat memicu masalah kesehatan mental yang lebih serius, seperti kecemasan, depresi, dan perasaan rendah diri.
Kendati demikian, Peter Pan Syndrome ini dapat diatasi dengan beberapa langkah seperti terapi psikologis, dukungan sosial, hingga membuat planning hidup. (Salwa Caesy)
Editor : Meitika Candra Lantiva