Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Film Abadi Nan Jaya Menggugah Renungan tentang Ambisi Manusia untuk Hidup Abadi, Menyatukan Horor dan Budaya Lokal

Iwa Ikhwanudin • Senin, 3 November 2025 | 00:55 WIB
Cuplikan adegan dalam Abadi Nan Jaya.
Cuplikan adegan dalam Abadi Nan Jaya.

JOGJA - Film Abadi Nan Jaya karya sutradara Kimo Stamboel sukses mencuri perhatian publik lewat pendekatan segar terhadap genre zombie.

Tidak sekadar meniru formula Barat, film ini menghadirkan nuansa lokal yang kuat dan menyelipkan refleksi sosial khas Indonesia.

Film ini dibintangi oleh Donny Damara, Mikha Tambayong, Eva Celia, dan Dimas Anggara.

Mikha berperan sebagai Kenes, anak Sadimin (Donny Damara) yang berjuang melawan wabah zombie di desanya.

Sementara Eva Celia memerankan Karina, sahabat lama Kenes yang justru menikah dengan ayahnya.

Mikha dan Eva mengaku proses syuting film ini menjadi pengalaman paling intens sepanjang karier mereka.

“Kami harus berlari di lumpur, dikejar zombie, dan tetap menjaga emosi di tengah panas dan lembabnya lokasi,” ujar Mikha.

Kimo Stamboel, yang dikenal dengan karya-karya horor seperti Ratu Ilmu Hitam dan Dendam Iblis, menegaskan bahwa Abadi Nan Jaya adalah proyek yang ingin menampilkan identitas Indonesia secara utuh.

“Horor Indonesia tidak harus selalu meniru gaya luar negeri. Kami ingin membangun zombie rasa Nusantara,” katanya. 

Film ini menampilkan elemen budaya yang khas.

Dari musik dangdut yang mengiringi suasana pedesaan, aroma jamu yang menjadi simbol warisan budaya, hingga penggunaan bahasa Jawa dalam sejumlah dialog yang memperkuat keaslian setting-nya.

Sejak perilisannya, Abadi Nan Jaya menuai banyak pujian.

Penonton menilai film ini sebagai karya Kimo yang paling ambisius dan matang secara artistik.

Abadi Nan Jaya bukan sekadar film zombie, tapi refleksi tentang manusia yang terjebak oleh ambisinya sendiri.

Film ini dianggap berhasil menyeimbangkan ketegangan horor, pesan kemanusiaan, dan unsur budaya lokal yang membuatnya terasa unik di antara film-film horor Asia lainnya.

Dengan sinematografi yang kuat, konsep yang orisinal, dan cerita yang berakar pada nilai-nilai lokal, Abadi Nan Jaya menjadi bukti bahwa film horor Indonesia mampu tampil bertaraf internasional tanpa kehilangan jati diri Nusantara.

Film ini tidak hanya menghadirkan kengerian, tetapi juga menggugah renungan tentang ambisi manusia untuk hidup abadi. Yang tanpa kebijaksanaan, justru bisa berujung pada kehancuran. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Abadi Nan Jaya #kimo stamboel #eva celia #zombie #mikha tambayong #donny damara #dimas anggara