RADAR JOGJA - Setelah sempat memanas dan viral di media sosial, konflik antara komunitas motor CB Nganjuk dan penyanyi dangdut Irenne Ghea akhirnya mencapai titik damai.
Insiden yang menjadi pemicu adalah kerusakan parah pada mobil Irenne saat menghadiri acara Anniversary CB Nganjuk ke-36 yang digelar pada Sabtu, 14 Desember 2024, di Stadion Warujayeng, Tanjunganom, Nganjuk.
Mobil Irenne mengalami kerusakan serius selama acara yang membuat penyanyi asal Klaten ini sangat terguncang.
Bahkan, ia mendengar ancaman bahwa mobilnya akan dibakar, yang menambah tekanan psikologisnya.
Lewat InstaStory di akun @irenneghea_reall, Irenne mencurahkan kekecewaannya:
"Setidaknya jangan anarkis sampai mobilku dan mobil teman-temanku dirusak. Kami niatnya ingin menghibur kalian, kenapa malah seperti tidak dihargai. Ya Allah, benar-benar trauma seumur hidup".
Ungkapan emosional ini menuai simpati dari para penggemarnya sekaligus perhatian dari komunitas CB Nganjuk.
Mereka merasa perlu bertindak untuk menyelesaikan masalah dengan cara damai.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik, panitia dari komunitas CB Nganjuk mendatangi Irenne di Klaten pada Selasa, 17 Desember 2024.
Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Irenne dan menunjukkan komitmen mereka untuk mengganti kerugian atas kerusakan mobilnya.
Langkah ini disambut baik oleh Irenne yang dengan besar hati menerima permohonan maaf tersebut.
Sikap positifnya menjadi inspirasi bagi banyak orang di media sosial, mengajarkan bahwa masalah dapat diselesaikan dengan damai jika semua pihak bersedia untuk berdialog.
Selain meminta maaf, komunitas CB Nganjuk juga menegaskan keseriusannya untuk memberikan kompensasi atas kerusakan mobil Irenne.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya untuk meredakan situasi yang sempat menimbulkan kontroversi di publik.
Editor : Winda Atika Ira Puspita