RADAR JOGJA - Isa Zega, seorang transgender sekaligus selebgram yang dikenal dengan julukan "Mami Online," memicu perdebatan panas di media sosial setelah membagikan momen ibadah umrohnya.
Dalam unggahan tersebut, Isa terlihat mengenakan hijab syar’i saat menjalani ibadah di Tanah Suci.
Tindakan ini segera memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI Fraksi PDIP, Mufti Anam, yang menilai aksi Isa sebagai bentuk penistaan agama.
Mufti Anam menyampaikan bahwa ia menerima banyak laporan dari warganet terkait aksi Isa Zega.
Setelah mempelajari konten tersebut, ia menyatakan bahwa tindakan Isa tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Menurutnya, meskipun Isa telah mengubah penampilannya menjadi seorang perempuan, secara lahiriah Isa tetap laki-laki dan semestinya mengikuti tata cara ibadah laki-laki.
Hal ini, sudah ditegaskan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Mufti merasa miris melihat kejadian ini dan menegaskan pentingnya menjaga kesakralan ibadah.
Ia mengingatkan, tidak sejatinya agama dijadikan bahan kontroversi atau tindakan yang dapat memancing kericuhan di masyarakat.
Ia khawatir jika kasus seperti ini tidak segera ditindaklanjuti, hal serupa dapat terulang di masa depan.
Lebih lanjut, Mufti berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan terhadap Isa Zega.
Menurutnya, langkah hukum ini tidak hanya penting untuk memberikan efek jera tetapi juga untuk mencegah dampak buruk di masyarakat, terutama di Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar kedua di dunia.
Ia menambahkan, upaya ini bertujuan agar masyarakat tetap harmonis dan menghormati nilai-nilai agama.
Kasus ini menjadi sorotan publik, tidak hanya di kalangan tokoh agama dan politik, tetapi juga di dunia maya.
Banyak warganet yang memberikan komentar beragam, mulai dari kritik keras hingga dukungan terhadap kebebasan pribadi Isa Zega.
Namun, polemik ini menekankan pentingnya sensitivitas dalam menjalankan ibadah di tengah masyarakat yang majemuk.