RADAR JOGJA - Kabar mengejutkan mengenai rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah menjadi konsumsi publik.
Komentar miring haters serta ujaran kebencian mengenai kedekatan Sarwendah dengan putra angkatnya Betrand Peto Putra Onsu mendapatkan reaksi keras dari Sarwendah.
Sarwendah dalam akun Instagramnya menyatakan, telah memberikan nama-nama akun yang mencemarkan hubungan mereka kepada pengacaranya.
Seperti apa kegeraman dan kekecewaan Sarwendah? Apakah dia akan memproses haters tersebut secara hukum?
Dilansir dari investigasi intensif YouTube, Sarwendah membuka konferensi pers hari ini, 16 Mei 2024.
"Belakangan ini, banyak berita yang tidak benar mengenai keluarga kami," ujarnya.
Sarwendah menegaskan, tuduhan terhadap keluarganya, terutama terkait hubungannya dengan anak angkatnya, Betrand Peto, adalah hoaks.
Tuduhan itu tidak benar.
"Berita-berita ini sudah beredar hampir setahun, dan kami tidak bisa lagi berdiam diri," lanjutnya geram.
Sarwendah percaya bahwa pembingkaian dan tuduhan yang dilakukan oleh haters yang terus-menerus telah mencapai batas kesabarannya.
Sehingga dia dan tim kuasa hukumnya memutuskan untuk mengajukan somasi terbuka.
Undangan terbuka ini ditujukan kepada sejumlah akun TikTok yang diduga menyebarkan pencemaran nama baik.
"Kami menghimbau kepada pemilik akun TikTok tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dalam waktu 3x24 jam," ujar Sarwendah.
Ia juga meminta agar seluruh konten yang mengandung tuduhan atau pencemaran nama baik dihapus. Jika tidak, pihaknya akan menempuh jalur hukum.
"Apabila belum ada realisasi, kami akan melaporkan secara pidana dan mengajukan gugatan perdata," tegas Sarwendah.
Langkah ini diambil demi menjaga nama baik dan martabat keluarganya.
Sarwendah kemudian bercerita tentang dampak psikologis tuduhan tersebut terhadap anak-anaknya.
Menurutnya berita-berita tersebut sangat mengganggu mental anak-anaknya.
Sebagai seorang ibu, Sarwendah merasa perlu melindungi anak-anaknya dari pemberitaan negatif yang dapat mempengaruhi psikologi mereka.
Apalagi, anak-anaknya sudah besar dan bisa membaca.
"Jadi saya harus melindungi mereka," lanjutnya.
Sarwendah menegaskan bahwa tindakan ini bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk anak-anaknya.
"Saya hanya berusaha menjadi ibu yang tidak membeda-bedakan anak-anaknya dan berusaha adil," katanya.
Namun reaksi orang-orang yang tidak bertanggung jawab justu mengiring opini negatif dan sering salah mengartikan niat baiknya itu.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa ujaran kebencian di media sosial dapat berdampak serius, baik secara hukum maupun emosional.
Sarwendah berharap kasus ini segera terselesaikan dan keluarganya dapat hidup kembali dengan damai.
"Saya serahkan semuanya kepada tim hukum saya," pungkasnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva