Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Shawn Layden Meramalkan Malapetaka: Apple dan Amazon Mematikan dalam Industri Game

Bahana. • Kamis, 7 September 2023 | 21:09 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Industri game selalu berada dalam evolusi konstan, dan pandangan dari mantan bos PlayStation, Shawn Layden, menciptakan gelombang perbincangan.

Saat ini bekerja di Tencent Games, Layden telah mengungkapkan tiga kekhawatiran utama terkait masa depan industri game. Poin penting yang dibahas oleh Layden adalah potensi pesaing kuat dari perusahaan non-gaming, seperti Apple dan beberapa pemain besar lainnya. Tetapi apa yang dimaksudnya dengan pernyataan tersebut?

Pada acara GamesIndustry.biz Investment Summit, Layden mengumumkan bahwa salah satu kekhawatiran terbesarnya adalah berkaitan dengan perusahaan di luar dunia gaming yang terlibat dalam industri ini, termasuk Google, Apple, dan Amazon.

Bagi Layden, fenomena konsolidasi dan akuisisi besar-besaran yang terjadi belakangan ini mengancam kreativitas dalam industri game.

Selain itu, ia juga mencermati meningkatnya pengeluaran dalam pengembangan game, yang semakin membebani industri ini. Ketiga, ia mengkhawatirkan bahwa perusahaan sekelas Google, Netflix, dan lainnya bisa menjadi ancaman besar dalam industri ini.

Pasalnya, industri game menghasilkan keuntungan miliaran dolar per tahun, dan perusahaan di Silicon Valley mungkin ingin meraih sebagian dari kue tersebut.

Layden menunjukkan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa perusahaan besar seperti Apple mampu mengganggu pasar dengan kemampuannya untuk beradaptasi dan mengubah cara bisnis dilakukan.

Sebagai contoh, Apple merombak pasar musik dengan menjual lagu seharga 99 sen, menggantikan distribusi lagu melalui CD dan toko musik fisik.

Layden berharap bahwa industri game dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk menghadapi perubahan ini sebelum perusahaan non-gaming mengambil alih.

Meskipun perusahaan teknologi besar mungkin memiliki sumber daya yang cukup untuk masuk ke dalam industri ini, Layden menekankan bahwa perjalanan mereka tidak akan mudah, sebagaimana yang ditunjukkan oleh penutupan layanan game Stadia Google tahun lalu.

Dalam pandangan Layden, dunia game perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi disrupsi dari luar, sambil terus berfokus pada inovasi dan kreativitas dalam upaya untuk tetap menjadi pemimpin dalam industri yang terus berkembang ini. (Cici Jusnia)

Editor : Bahana.
#amazon #playstation #apple #tencent #game #silicon valley