Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kreasi Blok Ciptakan Cold Brew Botolan, Bukan Sekadar Jualan tapi Hidupkan Ekosistem Komunitas Kopi

Yusuf Bastiar • Minggu, 5 Juli 2026 | 07:08 WIB

 

Penggagas Kopi Blok sedang menunjukkan prodaknya.
Penggagas Kopi Blok sedang menunjukkan prodaknya.

 

 

 

 

Budaya ngopi tak lagi identik dengan duduk santai berlama-lama di kedai. Melihat gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda yang kian sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas harian, tiga anak muda di Jogja menghadirkan produk kopi Cold Brew dalam kemasan botol yang praktis dibawa ke mana saja. Lewat merek Blok, mereka ingin membuktikan menikmati kopi tetap bisa dilakukan tanpa harus menunggu waktu luang.

Owner Blok Zulfikar Hardiansyah mengatakan, ide mendirikan usaha tersebut berangkat dari pengalaman pribadi bersama dua rekannya yang sama-sama pekerja dan penikmat kopi. Mereka merasa semakin sulit menemukan waktu untuk menikmati secangkir kopi berkualitas di tengah padatnya rutinitas.

Mulanya, ia menyadari era digital dengan berbagai teknologi canggih justru membuat waktu luang semakin menipis. “Beban kerja bertambah dengan target yang semakin tinggi. Kondisi ini menjadi persoalan bagi orang-orang yang suka ngopi, tetapi tidak punya cukup waktu luang," ujarnya saat ditemui Jogja, Jumat (3/7).

Baca Juga: Upaya Mengentaskan Kemiskinan, DPUPKP Bantul Ajukan Seribu RTLH ke Kemen PKP RI untuk Diperbaiki

Berangkat dari keresahan itu, ketiganya mengembangkan konsep coffee to go berupa kopi botolan yang praktis dibawa saat bekerja, belajar, berolahraga maupun menjalani aktivitas sehari-hari. Menurut Zulfikar, pasar kopi kemasan sebenarnya sudah cukup ramai.

Namun, ia menilai masih sedikit produk yang benar-benar menawarkan kualitas rasa layaknya menikmati kopi yang diseduh langsung. "Kopi kemasan sekarang sudah banyak di pasaran, termasuk kopi keliling. Harganya juga murah. Tapi kualitas kopi dan rasanya belum ada yang cocok di kami. Akhirnya kami mencoba membuat sendiri," kata pria 25 tahun itu.

Blok memilih menggunakan 100 persen biji kopi Arabika tanpa campuran Robusta. Bahkan, jenis kopi yang digunakan berganti secara berkala agar pelanggan dapat menikmati karakter rasa dari berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia.

Baca Juga: Tambah 4 Perjalanan, Commuter Line Jogja-Palur Layani Lonjakan Penumpang selama Libur Sekolah

Dengan ramuan yang ia nilai sempurna tersebut, ditujukan agar konsumen dapat menikmati cita rasa asli kopi. “Misalnya kemarin menggunakan Arabika Kerinci, sekarang bisa memakai Arabika Ciremai. Jadi pengalaman minum kopinya selalu berbeda," jelasnya.

Sementara itu, owner Blok lainnya Zulfah Sela mengatakan, hingga kini produk mereka masih berfokus pada menu Cold Brew, yakni kopi yang diekstraksi melalui proses perendaman air dingin selama 24 jam. Metode tersebut menghasilkan cita rasa yang lebih halus dengan tingkat keasaman rendah, tetapi tetap memiliki karakter kopi yang kuat.

Menurutnya, cold brew lebih mudah diterima berbagai kalangan karena tidak begitu asam. Tetapi, lanjut dia, tetap memberikan efek segar di badan sehingga cocok menemani berbagai aktivitas."Saya melihat ada orang yang suka efek dari kopi, tetapi kurang nyaman dengan rasa asamnya," ujarnya.

 Baca Juga: Try Out Malioboro Pedestrian Dilakukan, Pemkot Jogja Temukan Persoalan di Sirip-Sirip saat Hari Kerja

Ke depan, sambung Zulfah, Blok berencana menambah variasi menu kopi sekaligus membangun ekosistem yang melibatkan lebih banyak komunitas. Tidak hanya penikmat kopi, tetapi juga petani kopi yang menjadi bagian penting dalam rantai industri tersebut. Menurut Zulfah, keterhubungan antarpelaku industri kopi mulai memudar. Padahal, pengalaman menikmati kopi akan terasa lebih bermakna apabila penikmat mengetahui cerita di balik setiap biji kopi yang mereka minum.

Dia melihat ada yang hilang di industri kopi sekarang, yaitu keterhubungan komunitas. Jangankan ke petani kopi, ke sesama penikmat saja mungkin sudah tidak terhubung. “Padahal, kalau cerita mereka saling terhubung, pengalaman meminum kopi bisa menjadi lebih hangat," tuturnya.

Filosofi itulah yang kemudian melahirkan nama Blok, sebagai simbol ruang yang menghubungkan seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani hingga penikmat. Selain rutin belajar langsung kepada petani kopi, mereka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan komunitas untuk memperkenalkan produknya. “Saat ini, produk kopi Blok dapat dipesan melalui akun Instagram @blokoffee maupun dijumpai pada berbagai kegiatan dan bazar yang informasinya diumumkan melalui media sosial,” tuturnya

Editor : Heru Pratomo
#Kopi Blok #Cold Brew #Petani Kopi