Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Coba-Coba Belajar dari YouTube, Warga Bandongan, Magelang Ikha Setya Sukses Rintis Bisnis Bolen Rumahan

Naila Nihayah • Minggu, 31 Mei 2026 | 01:23 WIB

 

Bolen
Bolen

 

 

Dapur kecil itu tak pernah benar-benar sepi. Di sanalah warga Kecamatan Bandongan, Magelang Ikha Setya meracik adonan demi adonan, memanggang, mencoba rasa, hingga memastikan setiap pesanan sampai ke tangan pelanggan dengan kualitas yang ia jaga sendiri.

Tak banyak yang menyangka, usaha bolen, strudel, hingga pizza yang kini ditekuni Ikha berawal dari coba-coba sekitar pertengahan 2022. Awalnya, Ikha hanya menjajakan pizza. Namun, respons pasar yang datang justru membuka jalan baru.

Permintaan mulai beragam, dari brownies hingga roti yang membuatnya perlahan memperluas jenis produk.

Baca Juga: Musim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran, Damkarmat Gunungkidul ButuhTambahan Posko dan Armada Tangani Kejadian di Sisi Selatan

"Karena ada yang tanya macam-macam, akhirnya aku belajar terus,” katanya, Jumat (29/5). Jualan bolu, brownies, roti, sampai sekarang macam-macam sama strudel.”

Tidak ada latar belakang pendidikan kuliner maupun bisnis yang ia miliki. Semua ia pelajari secara autodidak, terutama dari internet. "Cuma lihat YouTube, tutorial kan banyak, aku coba-coba, dipraktikkan," imbuhnya.

Dari dapur rumahan, proses belajar itu tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal bertahan dalam bisnis. Ikha mengaku, sempat tidak memahami cara menentukan harga jual. Namun, seiring waktu, ia mulai belajar menghitung biaya produksi sampai mendapatkan harga jual yang ideal.

Baca Juga: Api dan Air Waisak Disakralkan di Candi Mendut Magelang, Prosesi di Altar karena Sedang Rekonstruksi

Keputusan itu kemudian berdampak besar. Usahanya mulai dilirik reseller, pesanan meningkat, dan produk semakin dikenal. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu mulus. Satu tantangan terbesarnya justru datang dari bahan baku.

Pada awal berjualan, Ikha menggunakan bahan yang lebih murah agar harga produknya terjangkau. Satu boks bolen bahkan sempat dijual Rp 20 ribu. "Tapi itu dulu pakai pisang yang biasa. Lama-lama aku cari tahu, ternyata di bakery itu yang bagus pakai pisang raja," ucapnya.

Perubahan bahan baku ini menjadi titik penting. Dia mulai berani meningkatkan kualitas, meski konsekuensinya harga jual ikut naik. "Ada juga masukan dari customer, katanya kalau cokelatnya diganti yang lebih bagus pasti lebih enak. Akhirnya aku upgrade semua bahan," sambungnya.

Baca Juga: Terus Gerilya, PSIM Jogja Sudah Kantongi Nama-Nama  Calon Pemain Baru untuk Musim Depan

Harga produknya pun perlahan naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per boks. Bahkan, meski harganya naik, pembeli justru kerap memesan ulang produknya.

Meski terlihat stabil, proses produksi tetap menjadi tantangan tersendiri. Sistem pre-order (PO) yang diterapkan membuatnya harus mengatur waktu dan tenaga dengan cermat. "Kalau ada pesanan, harus prepare dulu. Bikinnya juga satu-satu, apalagi bolen itu cukup ribet," paparnya.

Selain itu, bahan utama seperti pisang raja tidak selalu mudah didapat. Harga yang fluktuatif dan daya simpan yang terbatas menuntut ketelitian ekstra.

Baca Juga: Pemkot Jogja Usulkan Penataan Bantaran Code Jadi Percontohan Nasional, Butuh Rp 56 Miliar Bangun Jalan Inspeksi Sejauh Empat Kilometer

Dalam hal pemasaran, Ikha memilih mengandalkan jaringan pribadi dan komunikasi langsung. Ia mengakui, belum serius menggarap media sosial maupun platform digital lainnya. Namun, rencana itu mulai disusun. "Ke depan mau tak masukin ke GoFood, Grab, terus bikin media sosial yang lebih tertata," urainya.

Menariknya, di tengah perkembangan usaha, Ikha masih menjalankan semuanya sendiri. Dia belum berani merekrut karyawan karena merasa sistem usahanya belum sepenuhnya rapi. "Takut kalau belum tertata, nanti malah aku yang tetap kerja sendiri semua," katanya.

Baca Juga: Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Inovasi, Pilih RSUD Prambanan Saja

Pengalaman mencoba bekerja dengan bantuan orang lain sempat membuatnya lebih berhati-hati. Ia memilih memperkuat sistem terlebih dahulu sebelum memperluas tim. Di balik segala keterbatasan itu, Ikha justru menemukan kepuasan tersendiri.

Baginya, usaha ini bukan sekadar soal keuntungan, tetapi juga perjalanan belajar. "Senangnya itu, kok nggak nyangka ya, dari bikin sesuatu ternyata bisa jadi usaha," ujarnya antusias. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#bolen #ikha setya #you tube #bandongan magelang