Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Plastik Bikin Panik, di Kebumen Kenaikan Tak Lagi Harian tapi Berubah dalam Hitungan Jam

Muhammad Hafied • Selasa, 31 Maret 2026 | 17:17 WIB
Penjual plastik di Jalan Kusuma Kebumen menunjukkan jenis plastik kemasan yang kini harganya terus merangkak naik. (M Hafied/Radar Jogja)
Penjual plastik di Jalan Kusuma Kebumen menunjukkan jenis plastik kemasan yang kini harganya terus merangkak naik. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

Harga plastik di pasaran belakangan ini mengalami lonjakan cukup signifikan. Kenaikan harga ini sontak memicu kepanikan di kalangan pengusaha yang selama ini bergantung pada plastik.

Pemilik toko plastik di Jalan Kolopaking Kebumen Edi Giantono mengaku tak kuasa menjaga stabilitas harga karena patokan harga dari pabrik naik secara tiba-tiba. Bahkan kenaikan atau fluktuasi harga ini bukan hanya hitungan hari, melainkan jam.

Kondisi yang dirasakan tersebut otomatis berdampak langsung terhadap margin keuntungan.

Baca Juga: HB X Turut Prihatin Warganya Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon: Risiko Itu Ada, Tapi Harapan Saya, Ini yang Terakhir

 "Ya, sama-sama khawatir. Saya ambil barang banyak, takut tidak laku karena harga naik," ungkapnya kepada Radar Jogja, Selasa (31/3).

Dia menyebut, hampir semua jenis plastik mengalami penyesuaian harga. Jika dikalkulasi kenaikan harga rata-rata mencapai 100 persen. Seperti jenis plastik PP misalnya, dari harga sebelumnya Rp 21 ribu kini naik menjadi Rp 45 ribu.

Pun sama dengan plastik jenis HDPE, semula harga dibanderol Rp 30 ribu sekarang harga menjadi Rp 50 ribu per pak. "Harga naik sewaktu-waktu. Siang ini saja sudah naik 17 persen," kata Edi.

Baca Juga: Ledakan Dahsyat Guncang Isfahan Iran, Serangan Udara AS-Israel Sasar Depot Amunisi, Trump Bagikan Video Ledakan

Dikatakan, pemicu utama naiknya harga plastik akibat konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Padahal wilayah tersebut selama ini menjadi pusat produksi minyak dunia yang menjadi andalan bahan utama pembuatan plastik.

Kondisi ini seketika mengganggu rantai pasok secara global. "Kalau perang masih lama, kemungkinan harga akan terus naik," ujarnya.

Belum lagi, kata Edi, distribusi bahan baku juga terhambat akibat risiko perang. Sehingga pasokan kebutuhan terbatas, di satu sisi permintaan tetap tinggi.

Dia cukup khawatir jika harga terus tak terkendali seperti sekarang akan mengganggu keberlangsungan usaha. "Ada harga, tapi tidak ada barang. Permintaan banyak, tapi stoknya sedikit," bebernya.

Baca Juga: Dishub Catat 8,3 Juta Mobilitas Orang Selama Lebaran 2026, Kepadatan Lalu Lintas di Area Gerbang Tol Purwomartani

Penjual plastik di Jalan Kusuma Kebumen Ahmad Firdaus, 26, juga mengungkapkan hal sama. Dia mulai merasakan kenaikan harga plastik sejak pertengahan Ramadan lalu.

Menurutnya kenaikan harga plastik sekarang seperti anomali. Sangat jarang terjadi dengan angka kenaikan cukup signifikan. "Misal naik, paling Rp 500 perak. Itu pun sudah lama," jelasnya.

Firdaus menyatakan, kenaikan harga ini juga berlaku untuk berbagai jenis peralatan berbahan plastik. Seperti gelas cup, sendok, mika, thinwall atau wadah plastik.

Tak jarang juga konsumen ikut komplain dan merasa keberatan karena kenaikan harga plastik terlalu tinggi. "Banyak yang kaget. Kami juga dilema, kalau naik terus pembeli kabur," katanya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#harga plastik #jalan kolopaking #hdpe #kebumen #Toko Plastik Manggala